Pemkot Balikpapan Pastikan Stok Pangan Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Ketua Pengurus BIC Andi Yusri Ramli

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman. 

Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (11/3/2026), yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perwakilan perbankan, distributor, pelaku usaha, hingga pengelola pasar.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan Kesra, Andi Muhammad Yusri Ramli, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia serta harga tetap terkendali selama periode Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, setiap tahun momentum Ramadan dan Idulfitri memang selalu diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Namun kondisi tersebut seharusnya tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Karena itu masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” ujar Yusri.

Ia menjelaskan, lonjakan pembelian yang tidak terkendali justru dapat menimbulkan gangguan pada rantai distribusi serta memicu kenaikan harga di tingkat pasar.

Pemerintah Kota Balikpapan bersama TPID juga terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Beberapa pasar yang menjadi lokasi pemantauan antara lain Pasar Pandansari, Pasar Klandasan, Pasar Baru Balikpapan, serta Pasar Sepinggan.

Dari hasil pemantauan tersebut, terdapat beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit merah, cabai rawit hijau, kacang hijau, serta kacang tanah.

Selain itu, sejumlah komoditas yang secara historis kerap mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Komoditas tersebut meliputi daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah besar.

Cegah Penimbunan Barang

Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan barang maupun hambatan distribusi yang berpotensi menyebabkan kelangkaan.

Yusri juga mengajak para distributor dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Stabilitas harga dan ketersediaan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga tanggung jawab bersama antara distributor, pelaku usaha, pengelola pasar, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong transparansi informasi terkait kondisi stok dan harga pangan kepada masyarakat. Dengan informasi yang terbuka. Diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan yang dapat memicu pembelian secara berlebihan.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kondisi pasar tetap stabil hingga Idulfitri. Dengan demikian masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut hari raya dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses