Penyerang Malaysia Bergson da Silva Sebut Duel Indonesia seperti Brasil vs Argentina: “Rivalitas Besar”

Skuat Malaysia (foto : FIFA)
Skuat Malaysia (foto : FIFA)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Malaysia membuka kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Harimau Malaya menghantam Bangladesh 3-0 sekaligus mengamankan tiga poin sebelum menghadapi Indonesia pada pertandingan berikutnya, Senin (28/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi modal penting Malaysia. Namun, perhatian skuad asuhan Tan Cheng Hoe kini langsung beralih ke Indonesia yang sudah menanti dalam laga yang sarat rivalitas.

Penyerang naturalisasi asal Brasil, Bergson da Silva, bahkan langsung merasakan panasnya rivalitas kedua negara. Debutnya bersama Malaysia berjalan sempurna setelah ia ikut mencatatkan namanya di papan skor.

“Saya sangat senang dengan debut dan gol ini. Tim bisa beradaptasi dengan cepat di lapangan, dan atmosfer menuju laga berikutnya terasa luar biasa. Sekarang kami fokus ke laga selanjutnya yang pasti akan sulit,” ujar Bergson dikutip dari laman FIFA.

Bergson: Malaysia vs Indonesia seperti Brasil vs Argentina

Bergson mengakui laga melawan Indonesia memiliki atmosfer berbeda. Meski baru bergabung dengan tim nasional Malaysia, ia mengatakan rivalitas kedua negara sudah diperkenalkan kepadanya sejak hari pertama.

“Laga berikutnya sangat berarti untuk masyarakat Malaysia. Mirip seperti Brasil vs Argentina,” ungkap pemain berusia 35 tahun tersebut.

Menurut Bergson, hampir semua orang di dalam tim langsung memberitahunya bahwa pertandingan Malaysia melawan Indonesia merupakan salah satu rivalitas terbesar di sepak bola kedua negara.

“Ya, dari hari pertama di sini, semua orang memberi tahu saya bahwa Malaysia vs Indonesia adalah rivalitas besar. Saya senang bisa jadi bagian dari persaingan ini. Target kami adalah tampil habis-habisan dan memberikan yang terbaik,” katanya.

Kini, Bergson bukan hanya membawa status sebagai pemain naturalisasi baru. Gol pada laga debut membuatnya menjadi salah satu pemain yang akan mendapat perhatian ketika Malaysia berhadapan dengan Indonesia.

Namun, ia menegaskan target pribadinya bukan menjadi pusat perhatian.

“Hanya ingin menikmati setiap pertandingan dan sesi latihan bersama kawan-kawan di tim,” ujarnya.

Arif Aiman Jadi Ancaman

Selain Bergson, kemenangan Malaysia atas Bangladesh juga diwarnai penampilan impresif Arif Aiman.

Pemain Johor Darul Ta’zim tersebut memborong dua gol untuk melengkapi kemenangan Malaysia. Bergson yang merupakan rekan satu klubnya di JDT menyebut performa Arif bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Kami sudah biasa melihat itu, Arif pemain hebat. Kami beruntung punya pemain seperti dia, baik di JDT maupun di tim nasional,” kata Bergson.

Dengan Bergson dan Arif Aiman sama-sama mencetak gol pada pertandingan pembuka, Malaysia memiliki modal kepercayaan diri sebelum menghadapi Indonesia.

Cools: Kemenangan Penting untuk Mental

Kapten Malaysia, Dion Cools, melihat kemenangan atas Bangladesh dari sisi yang lebih luas.

Menurutnya, pertandingan pertama dalam sebuah turnamen sangat penting untuk membangun kepercayaan diri, terutama ketika tim mampu mengawali kompetisi dengan kemenangan.

“Ini adalah turnamen baru, jadi pertandingan pertama selalu penting agar kita bisa memulainya dengan baik,” ujar Cools.

Pemain Cerezo Osaka itu menilai Malaysia masih memiliki ruang untuk meningkatkan performa, meski kemenangan 3-0 memberikan suntikan kepercayaan diri.

“Pertama-tama, sangat penting bagi kami untuk mencetak gol pembuka. Saya pikir kami bermain dengan baik. Seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi kemenangan mudah ini sangat bagus untuk tim dan juga mental bertanding kami,” katanya.

Namun, Cools menyadari kemenangan atas Bangladesh tidak lagi menjadi fokus utama. Tantangan berikutnya jauh berbeda karena Malaysia akan menghadapi Indonesia.

“Ya, kami tahu itu pertandingan yang penting. Mereka adalah rival besar kami. Tapi seperti yang saya katakan, hal terpenting adalah memenangkan laga pertama ini terlebih dahulu,” ujar Cools.

Malaysia kini membawa tiga poin dan kepercayaan diri menuju duel melawan Indonesia.

Pertandingan 28 September bukan hanya soal tambahan poin, tetapi juga pertemuan dua rival tradisional Asia Tenggara yang membuat atmosfer pertandingan dipastikan berbeda.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses