Peringati HKGN, Temukan Baru 28 Persen Masyarakat Menggosok Gigi yang Benar

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dilaksanakan kegiatan seremonial gosok gigi bersama anak-anak SD yang dilakukan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Kota Balikpapan  yang dipusatkan di SDN 003 Balikpapan Kota, Senin (12/9/2022).

Hadir pula Nurlena Rahmad Mas’ud selaku Ketua Bunda PAUD, Kepala DKK dkk, Kepala Kominfo, Ketua PMI Kota Balikpapan Dyah Muryani
 
Wali Kota Balikpapan yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, Pemkot Balikpapan mengapresiasi atas dilaksanakan acara sikat gigi bersama dengan harapan menambah kesadaran dan edukasi masyarakat terhadap menyikat gigi baik dan benar.
 
“Bahwa sikat gigi benar belum banyak, untuk itu perlu edukasi ke anak-anak sehingga bisa memberi tahu kepada teman-temannya,” ujar Agus Budi. 
 
Seiring perkembangan zaman kesadaran masyarakat terkait kesehatan gigi harus ditingkatkan termasuk kesehatan mulut dan gigi yang dijaga, secara ilmiah banyak penyakit ditubuh berawal dari kesehatan gigi dan mulut kurang baik.
 
“Oleh sebab itu, penting mengedukasi masyarakat mulai dari usia dini untuk membentuk kebiasaan baik pada anak-anak supaya bisa disiplin menyikat gigi pagi dan malam hari,” katanya.

Gigi dan mulut yang sehat juga erat kaitannya dengan keramahtamahan. Dengan memiliki gigi yang sehat, orang akan lebih percaya diri untuk tersenyum.

Ketua PDGI Cabang Kota Balikpapan, drg Muhammad Rusdiari mengatakan, pelaksanaan di Kota Balipapan juga dilaksanakan di 54 titik lokasi, hanya saja puncaknya di SDN 003 Balikpapan Kota.

“Kegiatan ini dari Kementerian kesehatan dengan berbagai stakeholder terlibat dari Kominfo, Kemenag, Disdikbud dan mitra PDGI,” ujar Rusdiari kepada media, Senin (12/9/2022)

Baca juga ini :  Realisasi Serapan Pembangunan Fisik Balikpapan 2021 Meningkat, Capai 91,37 Persen

Kata Rusdi, kegiatan ini serentak dilaksanakan seluruh Indonesia baik tingkat pusat hingga ke daerah, tujuan agar bagaimana menciptakan dan membangun budaya di anak-anak kita edukasi sejak dini menggosok gigi yang benar.

“Karena dari edukasi ini kita harap tumbuh muncul kebiasaan bagaimana cara menggosok gigi yang baik dan benar,” akunya.

Kalau dari data riset tahuh 2018 masalah kesehatan gigi sekitar 57 persen, yang tertangani oleh dokter gigi hanya 10 persen.

“Gosok gigi yang benar hanya diangka 28 persen, dasar inilah yang menjadi landasan lintas sektor DKK dan stakeholder terkait berusaha salah satunya dengan bagaimana mengedukasi sejak dini untuk merawat giginya dengan sikat gigi yang benar,” jelasnya.

Harusnya edukasi mulai diperkenalkan diusia enam bulan  tapi metode berbeda- beda diusia dan pada usi dua tahun bisa dikenalkan dengan alat menggosok gigi yang benar.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.