Peringati HUT Kota, Beri Relaksasi Denda Pajak Daerah

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Dalam rangka memperingati HUT ke-125 Kota Balikpapan yang jatuh di setiap bulan Februari ini, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan memberikan relaksasi denda pajak. 

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, pemberian relaksasi pajak ini hanya berlaku mulai bulan 1 Februari hingga 30 September 2022 khusus untuk pembayaran denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Hanya untuk PBB, sementara untuk sembilan wajib pajak lainnya, relaksasi denda hanya berlaku di bulan Februari saja,” ujar Haemusri Umar saat diwawancarai Inibalikpapan.com, Kamis (10/2/2022).

Haemusri menambahkan, untuk persyaratannya juga mudah tinggal wajib pajak melaporkan ke BPPDRD pada saat akan melakukan proses pembayaran denda pajak. 

“Misal pada saat pembayaran laporkan ke kami,  maka kita hapuskan denda administrasinya,” kata Haemusri. 

“Hanya saja penghapusan denda pajak ini untuk massa pajak tahun 2020 ke bawah, kemudian hanya berlaku selama satu bulan di Februari ini saja,” sambungnya. 

Sampai saat ini sesuai data di BPPDRD Kota Balikpapan, saldo piutang per 31 Desember 2020 nilainya mencapai Rp 311,7 miliar. Yang terbesar disumbang dari PBB senilai RP 282,4 miliar. 

“Piutang ini sebenarnya piutang yang kedaluarsa atau tidak berjalan, contoh kawasan Balikpapan Baru punya 1 Nomor Objek Pajak (NOP) tapi dipecah- pecah menjadi beberapa NOP, sementara NOP yang lama tidak dihapuskan, maka itu tercatatkan juga sebagai piutang lama,” jelas Mantan Camat Balikpapan Selatan ini. 

Haemusri berharapkan ada kesadaran wajib pajak, mengingat data yang dimiliki BPPDRD merupakan data lama, kalau bukan mereka wajib pajal yang melaporkan, maka pihaknya tidak bisa melakukan verifikasi dan validasi terhadap objek pajak.

Baca juga ini :  Dominasi Toprak Razgatlioglu  dan Yamaha Sapu Bersih Kemenangan di Mandalika, Locatelli Raih Superpole Podium

“Yang tadinya satu NOP misal karena ini ada pengembangan perumanahan maka masing-masing rumah punya NOP, tapi tidak dihapuskan NOP yang lama,” akunya.

Untuk itu kami minta kesadaran wajib pajaklah yang bisa melakukan agar lebih aktif melaporkan kewajiban pajaknya, begitu juga dengan sektor-sektor perumahan yang bergerak di properti.
“Kami ingin ada kolaborasi, karena Pemkot Balikpapan melalui BPPDRD punya satu agenda yakni pembaruan database pajak daerah, infrasturuktur dan kolaborasi,” imbuhnya. 

Menurut Haemusri, kolaborasi untuk memudahkan persoalan terkait dengan piutang pajak daerah terutama PBB, sehingga aktivitas pengembang properti bisa melaporkan sesungguhnya. Pada saat pembayaran PBB.

“Tolong induk NOP nya dilaporkan, misal induknya sekian kami pecahkan sekian, nah ini dimomentum HUT Kota ayo kita kolaborasi dengan para pelaku usaha properti perumahan, bantu kami terkait piutang ini karena yang menciptakan piutang dari mereka-mereka juga,” pungkasnya. 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.