Prakiraan Cuaca Kaltim Kamis 24 September 2026: Waspada Hujan Sedang
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih berpotensi mengalami hujan pada Kamis, 24 September 2026.
Dalam prospek cuaca periode 21–24 September 2026, BMKG menyebut Kaltim termasuk wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang. Namun, pada peta potensi cuaca ekstrem tiga harian terbaru, Kaltim tidak masuk daftar wilayah yang mendapat peringatan hujan sedang hingga lebat untuk 24 September.
Kondisi tersebut berlangsung di tengah pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan musim kemarau yang masih menyebabkan atmosfer Indonesia relatif kering. BMKG menyebut kondisi kering tersebut juga meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Cuaca Kaltim Masih Berpotensi Hujan Lokal
BMKG menjelaskan, meskipun musim kemarau masih dominan, hujan ringan hingga sedang tetap dapat terjadi secara lokal.
Untuk periode 21–24 September, potensi hujan di Kaltim berkaitan dengan dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Gelombang Kelvin di Kalimantan bagian timur yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
Artinya, kondisi cuaca antarwilayah Kaltim dapat berbeda. Sebagian daerah dapat mengalami cuaca cerah atau berawan, sementara wilayah lain berpeluang menerima hujan lokal.
Warga Tetap Waspada Karhutla
Di tengah peluang hujan lokal tersebut, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kondisi atmosfer yang kering.
Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar dan hutan.
Hujan yang terjadi secara lokal juga tetap perlu diwaspadai karena dapat disertai petir dan angin kencang di lokasi tertentu.
BMKG meminta masyarakat terus memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
