Prakiraan Cuaca Kaltim Sabtu 26 September 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang

Kota Balikpapan /IST/Inibalikpapan
Kota Balikpapan (foto : Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Sabtu, 26 September 2026, diprakirakan masih bervariasi mulai dari cerah berawan hingga hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Kalimantan Timur dalam wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 25–27 September 2026.

Secara umum, cuaca Indonesia pada periode tersebut didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kaltim.

Potensi Awan Cumulonimbus

Selain potensi hujan, BMKG juga memprakirakan pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di Kalimantan Timur pada 26 September hingga 2 Oktober 2026.

BMKG mengategorikan potensi pertumbuhan awan CB di Kaltim dalam kategori OCNL (occasional), yakni cakupan spasial awan sekitar 50–75 persen. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan potensi hujan, petir, dan angin kencang secara lokal.

Kondisi atmosfer Kaltim tersebut terjadi ketika sebagian wilayah Indonesia masih menghadapi periode kering. BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah, sementara dinamika atmosfer lokal tetap memungkinkan terbentuknya awan hujan di wilayah tertentu.

Kaltim Masih Waspada Kekeringan dan Karhutla

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi kering belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat diminta tetap mengantisipasi dampak cuaca panas, kekurangan air, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam pemantauan 24 September 2026 hingga pukul 16.00 WIB, BMKG masih mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur. Pada periode yang sama, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi juga masih terpantau di kawasan Kalimantan.

BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar, lahan gambut, dan kawasan hutan.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG karena hujan dapat terjadi secara lokal meskipun sebagian wilayah masih berada dalam kondisi kering.

Catatan: Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Untuk informasi per jam masing-masing kabupaten/kota, masyarakat disarankan mengecek pembaruan pada kanal resmi BMKG.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses