Prof Eko Budiardjo (kanan) memberikan tips saat Roadshow IdenTIK 2022 di Balikpapan (18/4/2022)

Roadshow idenTIK 2022, Motivasi dan Tips Untuk Lahirkan Talenta TIK Kaltim

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com –  Pemerintah kota Balikpapan berharap roadshow indenTIK (Indonesia enterprenur Teknologi Informasi Komunikasi)  2022 ke Kota Balikpapan dapat melahirkan talenta-talenta asal Kaltim khususnya Balikpapan dibindang starup/aplikasi berbasis teknologi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luar. Bahkan mampu bersaing di tingkat ASEAN pada 2023 mendatang.

“Karena itu bagi anak-anak Balikpapan termasuk Kaltim dapat memanfaatkan ajang idenTIK ini. Semoga ini menjadi daya tarik bermunculannya pegiat TIK baru sekaligus terus menggali dan meningkatkan potensi pegiat TIK melalui inovasi yang mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik dan smart city,” kata Staf ahli bidang ekonomi dan Pembangunan Doortje Marpaung mewakili Wali Kota saat sambutan kegiatan Roadshow IdenTIK 2022 di Kota Balikpapan, Senin sore (18/4/2022).

Kota Balikpapan sejak 2020-2024 sudah mencanangkan sebagai smart city dengan tagline Balikpapan kota nyaman dan layak huni.

“Dan pemerintah kota sejak 2019 sudah mengikuti sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan memiliki dokumen arsitektur SPBE tahun 2020,” ungkapnya.

Dalam roadshow ini hadir diantara ketua Dewan Juri IdenTIK 2022 Prof. Eko K Budiardjo  yang menyempatkan berdialog dan memberikan tips bagi peserta atau calon juara.

Selain harus mau dikritik untuk penyempurnaan produk TIK juga harus mampu memilih kategori yang tepat. “Ada enam kategori tapi biasanya ada tiga kategori yang membingungkan tapi RND hasilnya produk bukan bentuk paper. RND biasa sudah inovasi, startup dengan bisnis model,  kemudian kategori privat sector,” ujarnya.

Diakui sebagai juri belum menemukan telenta yang juara dari kategori start up namun banyak juara dari kategori privat sector. “Mudah-mudahan kedepan banyak hasilnya juara (dari start up),” tambah Eko Budiardjo yang berasal dari kampus UI.

Sisi lain, Budiardjo juga menyebutkan juri-juri Internasional menyampaikan jika talenta TIK mengkombinasi antara logic dan seni. “Kalau ini bergabung antara lagic dan art maka susah kita melawan Indonesia. Nah kita menunggu ini. Tentu kita butuhkan produk (inovasi) yang bernilai dan literasi digital,” katanya.

Baca juga ini :  Mulai 17 Maret Pemerintah Buka Pendaftaran Kartu Prakerja, Berikut Cara Daftarnya

Mengutip pendiri ACER, Stan Shih, dalam inovasi tidak melulu mengikuti yang bagus tapi me too is not style. “Jadi kita cari hal-hal lain. Kita lihat kondisi normal baru kemudian kita rancang bisnis sofware, kita perlu lihat pola pikir digitalnya. Dan  banyak sekali perubahannya saat ini,” ujar memberikan pemantik semangat kepada peserta roadshow IdenTIK 2022.

Sementara peraih mendali perak di AICTA 2021 di Mianmar, Robby UL Pratama yang mengenyam pendidikan rekayasa perangkat lunak/programing menyampaikan hal yang perlu dilakukan bagi peserta IdenTIK.

“Pertama harus bisa mengeksekusi ide. Paul Moler tahun 93 itu menyebut IDe itu barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan obyek ekonomi lainya,” ujar pencipta film animasi Super Neli ini (nenek super hero).

“Ide super Neli itu lahir karena saya senang gambar,  dulu tulisan gambaran di buku belakang saya. Biasanya orang yang suka gambar, banyak coretan-coretan gambar di belakang bukunya. Nah itu ide super Neli itu dari situ yang kemudian saya kembangkan setelah belajar animasi sehingga menjadi intelektual property dimana produk turunannya sudah menjadi banyak,” ulasnya.

Selain memiliki ide yang dieksekusi, juga peserta harus punya percaya diri tapi tidak berlebihan. Robby bercerita saat 2015 lalu, Super Neli belum jadi,  baru berupa konsep dan juga desain karakter.  Kemudian  ia mencoba ikutkan di ASEAN Karakter Award.

“Saat itu saya percaya diri karena yakin memiliki ide yang bagus. Dari 52 nominasi karekter Asia, saya diundang ke Jepang dan ketemu pencipta ipin upin dan. Ternyata 3 besar dari 5 penghargaan itu salah satunya Super Neli,” ungkapnya.

Tips lainya, menurutnya peserta fokus pada karya bukan pada juara. Dan ini selalu diterapkan kepada dirinya dan tim. “ Sehingga apapun hasilnya bisa lebih legowo karena kalau fokus ke juara begitu kalah biasanya yang diprotes jurinya atau panitianya,” katanya.

Baca juga ini :  Kapolda: Sebelum Bertindak Saya Sudah Sampaikan ke Tokoh Setempat

“Kemudian berdoa ini juga sangat penting semoga juri melihat karya kita seperti super neli sebagai karya digital konten yang inshaallah kami bisa buktikan bahwa ini layak. Dan akhirnya kami dapatkan ASEAN ICT Award,” tutupnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.