Ketua Ikatan Istri Pengurus Partai Golkar Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud saat menyerahkan bantuan

Bagi-bagi Paket Sembako, Nurlena Prihatin Ada Warga Tak Miliki Jamban

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Ikatan Istri Pengurus  Golkar Balikpapan menggelar bakti sosial (baksos) membagikan paket sembako dan  uang kepada warga tidak mampu di Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (29/04/2021).

Dipimpin Ketua Ikatan Istri Pengurus Partai Golkar Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, rombongan mengunjungi keluarga Supardi di RT 14 dan Sampara di RT 11 Kelurahan Damai Baru. Asnawi di RT 36 dan Ismail Marjuki di RT 36 Kelurahan Sepinggan Baru.

Ida Bintang di RT 16 dan Nenin Pratiwi di RT 10 Kelurahan Sepinggan Raya.  Sariah dan Martokah di RT 35, Sumariyah RT 39 dan Nurmah di RT 26 Kelurahan Sepinggan. Rencananya Jumat (30/04/2021) juga kembali akan kembali membagikan sembako. Sebelumnya IIPG sudah melakukan hal sama di kecamatan Balikpapan Timur, Kota, Kecamatan Balikpapan Barat dan hari ini Balikpapan Selatan. 

Hj Nurlena Rahmad Mas’ud mengatakan, bantuan yang diberikan bukan hanya satu paket sembako maupun amplop bahkan bisa lebih. Jika melihat kondisi kehidupan keluarga yang sangat memprihatikan dan harus dibantu.

“Kita lihat kondisi warga itu sendiri, kalau misalnya dia anaknya banyak dan kalau kondisinya memprihatinkan ya kita memberikannya sekaligus dua,” ujarnya disela-sela kegiatan. 

“Jadi kita lihat kondisinya warga, seperti amplop juga kalau kondisinya menyedihklan kita kasih sampai 5 amplop,”sebutnya.

Istri Wali Kota Balikpapan terpilih itu menuturkan, menjadi keprihatinan ditengah kemajuan Kota Balikpapan ternyata masih banyak warga yang hidupnya justru penuh keprihatinan, sehingga butuh uluran tangan.

“Dibalik kemegahan kota Balikpapan, keindahan kota Balikpapan ternyata masih banyak warga yang perlu kita bantu. Saya itu sampai sedih melihat keadaan warga kita. Karena kita langsung lihat, bukan katanya,” ujarnya.

Bahkan lanjutnya, mereka tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Sehingga harusnya menjadi perhatian pemerintah. Dalam satu kecamatan bukan hanya 20 keluarga namun hingga 50 keluarga yang kadang harus dibantu.

Baca juga ini :  Simulasi Sekolah Tatap Muka Tunggu Hasil Rapid Test

“Sebenarnya satu kecamatan itu cuma 20 keluarga, tapi kadang-kadang sampai 50 keluarga, kita lihat secara langsung, makanya saya turun langsung melihat ke lapangan. Ini bukan yang penerima bantuan dari pemerintah, ini baru,” tandasnya. 

“Makanya data di pemerintah harus di update lagi, sehingga yang menerima benar-benar orang yang susah. Gak ada kriteria orang yang membutuhkan saja,  dhuafa, lansia, fakir miskin,”

Bukan hanya soal ekonomi, banyak warga yang ditemuinya tak memiliki jamban, listrik dan air bersih. Sehingga ini ini harus menjadi perhatian pemerintah. “Dengan kita turun ini kita tahu warga mana yang tidak memiliki jamban,” ucapnya. 

“Jamban yang harus kita perhatikan, listrik, air, kebutuhan dasar jamban, kalau gak ada bukan dia saja yang gak sehat tapi warga sekitar juga,” nilainya. 

Dia menambahkan, akan menggerakkan Partai Golkar, PKK, maupun dinas terkait untuk membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhannya. Termasuk harapan pihak seperti perusahaan bisa melakukan hal sama. “Bagaimana caranya kita sejahterahkan masyarakat, pasti ada solusinya,” tukasnya. 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.