Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Selama Pandemi, Terdapat 1,7 Juta Anak Belum Imunisasi, Tertinggi Jawa Barat

BALIKPAPA, Inibalikpapan.com – Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Karenanya pemerintah kemudian mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan imunisasi

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

Imunisasi Anak akan Masuk dalam Sistem Aplikasi Pedulilindungi

Pemberian imunisasi rutin pada anak sangatlah penting. Kementerian Kesehatan telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sakit,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Tiga strategi itu yakni pertama, menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk ibu.

Balikpapan Gelar Bulan Imunisasi Anak Nasional, Targetkan 111 Ribu Lebih Anak

Kedua, digitalisasi data imunisasi. Kementerian Kesehatan menyiapkan satu aplikasi pencatatan imunisasi secara digital. yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK). Tidak ada lagi pencatatan manual di buku, semua data imunisasi anak akan langsung dimasukkan di ASIK yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Baca juga ini :  Kapolri: Layani dan lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

“Aplikasi ini akan kita berikan ke semua Puskesmas dan Dinas Kesehatan, supaya datanya juga ada di Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Ketiga, belajar dari sistem vaksinasi COVID-19, nantinya imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Sehingga Pemda maupun tenaga kesehatan sudah mengetahui anak yang belum divaksinasi.

“Adanya teknologi modern ini akan mempermudah kita memperluas cakupan vaksinasi,” ujarnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.