Sepanjang 2026, Disnaker Balikpapan Catat 500 Pekerja Kena PHK

Kepala Disnaker Balikpapan Adamin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mencatat sekitar 500 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2026. Pada periode yang sama, penempatan tenaga kerja baru baru mencapai sekitar 600 orang dari target tahunan sebanyak 2.300 orang.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, angka penempatan tenaga kerja tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Pihaknya berharap pelaksanaan Job Fair dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terserap hingga akhir tahun.

“Target kita setahun kurang lebih 2.300. Ini baru sekitar 600 yang tercatat. Mudah-mudahan setelah Job Fair selesai, penempatannya bisa bertambah,” kata Adamin, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, kondisi ketenagakerjaan di Balikpapan relatif berbeda dengan daerah yang memiliki sektor pertambangan secara langsung. Struktur ekonomi Balikpapan lebih banyak ditopang sektor jasa, meski terdapat perusahaan yang bergerak sebagai pendukung kegiatan pertambangan.

Adamin menjelaskan, PHK yang terjadi di Balikpapan umumnya dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya efisiensi perusahaan, berakhirnya masa proyek atau pekerjaan, serta pelanggaran yang dilakukan pekerja.

“Kalau terkait efisiensi, memang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Selain itu ada yang karena masa proyek selesai dan ada juga karena pelanggaran pekerja,” ujarnya.

Dari sisi sektor usaha, PHK terjadi secara relatif merata. Sektor jasa dan transportasi termasuk yang terdampak, sementara pekerja Balikpapan yang bekerja pada perusahaan pendukung pertambangan juga tercatat mengalami PHK.

Adamin mengatakan, Disnaker tetap berupaya memastikan hak pekerja yang terkena PHK dipenuhi perusahaan. Hak tersebut antara lain pembayaran upah yang masih menjadi kewajiban serta uang pesangon atau kompensasi sesuai ketentuan.

“Kalau memang terjadi PHK, hak pekerja harus diberikan. Kalau haknya dipenuhi, perselisihan atau sengketa hubungan industrial dapat diselesaikan,” katanya.

Kegiatan Job Fair

Disnaker Balikpapan juga mencatat sekitar 5.000 pengangguran yang terdata. Sementara itu, dalam kegiatan Job Fair tersedia sekitar 2.087 lowongan pekerjaan yang diharapkan dapat terisi.

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnaker menyiapkan pelatihan bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan. Pelatihan menyasar tiga kelompok, yakni pekerja yang terkena PHK, pekerja yang ingin meningkatkan produktivitas, serta masyarakat yang berminat bekerja atau mengembangkan usaha.

Jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, seperti digital marketing, tata boga, pembuatan kue, laundry, tata kecantikan hingga potong rambut.

Adamin menegaskan, pelatihan tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah. Peserta dapat mengusulkan bidang keterampilan yang dibutuhkan dengan membentuk kelompok minimal 16 orang.

“Pelatihan yang dibutuhkan apa, silakan diusulkan. Kita bentuk kelompok, kemudian kita usulkan agar bisa masuk program pelatihan,” ujarnya.

Bagi korban PHK yang mengikuti pelatihan untuk membuka usaha, peserta juga diminta memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha setelah pelatihan. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi diarahkan agar peserta mampu kembali produktif dan memperoleh sumber penghasilan.

Program pelatihan tersebut juga terbuka tanpa batasan usia, selama peserta memiliki kemauan untuk bekerja, meningkatkan keterampilan, dan produktivitas.

Disnaker juga membuka peluang pelatihan bagi komunitas atau kelompok profesi, termasuk pekerja media yang berminat mengikuti pelatihan content creator, dengan syarat jumlah peserta memenuhi ketentuan dan memiliki komitmen meningkatkan produktivitas setelah mengikuti pelatihan.

Adamin mengatakan, peserta nantinya tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi diarahkan mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai bidang pelatihan.

“Yang diberikan bukan sekadar sertifikat, tetapi sertifikasi kompetensi. Harapannya mereka benar-benar memiliki kemampuan profesional,” katanya.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses