STQ Balikpapan Barat Jadi Pintu Pembinaan Qari dan Qariah Muda
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Tartilul Qur’an 2026 di Kecamatan Balikpapan Barat tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah kecamatan untuk memetakan potensi qari dan qariah muda dari enam kelurahan.
Sebanyak 55 peserta mengikuti STQ yang digelar di Aula Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (3/10/2026). Peserta mengikuti sejumlah kategori, mulai dari anak-anak, remaja, Tartilul Qur’an hingga Hifdzil Qur’an.
Camat Balikpapan Barat H Erwin Dahri SE mengatakan, seleksi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, hasil perlombaan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan. Hal yang lebih penting adalah memastikan peserta tetap mendapatkan pembinaan setelah STQ berakhir.
“STQ ini tidak hanya untuk mengejar prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun dan membentuk generasi Qurani,” ujar Erwin.
Ia mengatakan, kemampuan yang dimiliki peserta perlu terus diasah, baik dalam membaca maupun menghafal Al-Qur’an. Dengan pembinaan berkelanjutan, peserta yang mengikuti seleksi di tingkat kecamatan dapat berkembang dan memiliki kesempatan berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan kami, anak-anak dan remaja yang mengikuti STQ ini terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Bukan hanya menjadi juara, tetapi juga menjadi generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mampu menerapkan nilai-nilainya,” katanya.
Menurut Erwin, keterlibatan peserta dari enam kelurahan juga memberikan gambaran mengenai potensi generasi Qurani yang dimiliki Balikpapan Barat.
Seleksi ini sekaligus menjadi tahapan awal untuk menentukan peserta yang akan mewakili Balikpapan Barat dalam MTQ ke-54 Tingkat Kota Balikpapan 2026 di Kecamatan Balikpapan Selatan.
Berdasarkan keputusan dewan hakim, juara I dan II dari masing-masing tingkatan akan diikutsertakan dalam MTQ tingkat kota.
Erwin menyebut, proses seleksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penentuan juara. Peserta yang memiliki kemampuan maupun potensi untuk berkembang akan menjadi bagian dari pembinaan selanjutnya.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat potensi yang ada di enam kelurahan sekaligus memperkuat pembinaan. Mudah-mudahan dari STQ ini lahir qari dan qariah yang berprestasi, tetapi yang paling utama tetap menjadi generasi Qurani,” tegasnya.
Ia menilai, keberadaan kegiatan seperti STQ penting untuk memberikan ruang kepada anak dan remaja dalam mengembangkan kemampuan keagamaan. Selain menjadi persiapan menghadapi MTQ tingkat kota, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mempelajari Al-Qur’an di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, peserta yang terjaring tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari generasi muda yang terus menjaga kemampuan membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
