Gangguan ginjal akut / ilustrasi / helodoc

Sudah 16 Kasus Kematian di Jabar Akibat Gangguan Ginjal Akut

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaporkan, sudah 16 pasien yang meninggal akibat gangguan ginjal akut, dari total 41 kasus yang terdeteksi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan,, rata-rata tersebar di kabupaten kora. Terbanyak, pasien dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHSBandung.

“Itu kemarin pagi itu sudah 16 pasien yang meninggal, ujarnya dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.com

Karenanya dia meminta masyarakat untuk waspada jika menemukan gejala demam, diare, mual, muntah-muntah atau jumlah air kencing yang semakin sedikit, agar segera diperiksakan.

jadi memang kita waspada. Masyarakat itu kalau menemukan gejala ada demam, ada diare, mual, muntah atau lama – lama pipisnya jadi sedikit ya, itu ke dokter saja,” ujarnya

“Nanti dokter sudah tahu diperiksa apanya kemudian diberikan obat dan sekarang sirup sudah boleh memilih beberapa. Jadi masyarakat waspada saja dengan gejalanya,”

Sementara obat Fomepizole gangguan ginjal akut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nina menjelaskan masih dialokasikan untuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.

Tetapi Nina mengaku jika jumlah persediaan obat Fomepizole telah banyak, kemungkinan Kementerian Kesehatan akan menyalurkannya ke daerah lain.

“Memang ada rencana memberi lebih banyak obat tersebut, jika memperoleh dari negara lain kemungkinan akan disebar ke kabupaten kota yang memerlukan. Tergantung dari jumlah kasus yang ada di daerah tersebut,” kata Nina.

Comments

comments

Baca juga ini :  HUT Balikpapan ke-124, Bakal Gelar Donor Plasma Konvalesen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.