Tahun ini TMMD Digelar 4 Lokasi

BALIKPAPAN,  Inibalikpapan.com — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) tahun 2020, Kodam VI Mulawarman akan melaksanakan diempat titik yakni dua Balikpapan,  satu di Kutai Barat dan 2 di Barabai, dan Kandangan, Kalsel.

Hal ini diungkapkan Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta usai menggelar rapat kordinasi teknis TMMD ke 107 tahun 2020 di kantor Kodam VI Mulawarman yang dihadiri pejabat dari Pemkot Balikpapan, Provinsi Kaltim dan Kalsel serta Dandim di wilayah kerja Kodam VI, Selasa (3/3/2020).

Pelaksanaan TMMD 2020 yakni  pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer, rehab rumah dan  sanitasi.

Menurutnya untuk anggaran dari TNI berupa uang saku, uang makan dan tranportasi mobilisasi pasukan bagi pelaksanaan pekerjaan yakni sekitar Rp643 juta pertitik.

“Termasuk nanti dari walikota bupati juga menurunkan anggarannya sesuai dengan jumlah proyek yang akan dikerjakan.  terus untuk masing masing titik akan mengerahkan satu SSK atau satuan setinggkat kompi ada darat laut udara dan polisi juga itu lengkap dan kita dibantu sama masyarakat bareng bareng istilahnya kita kerja sama dengan masyarakat,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan ini  memakan waktu satu bulan, hal ini menurutnya sudah dilakukan perhitungan oleh tim seperti paket jalan, sanitasi, bedah rumah akan selesai diselesaikan dalam satu bulan.

“ Balikpapan dua titik, Kutai Barat satu titik, Kalsel ada dua titik.  Melakukan fisik dan nonfisik . non fisik pengarahan, sosialisasi mulai dari kesehatan dari kesadaran hukum, sosial bela negara dan yang lain lain masih banyak itu,” ujarnya.

“Harus, tercapai makanya kita sudah melakukan pra.  Kita kerjakan dulu kita cicil sehingga

dalam satu bulan ini sudah selesai udah kita hitung jadi selama ini mulai saya juga jadi dandim danyon nama sampai saya danrem belum pernah enggak ada yang selesai semua selesai,” tandasnya.

Baca juga ini :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Dandim Pimpin Upacara di SMAN 5

Kasdam menambahkanTMMD dibangun atas dasar button up dari masyarakat, dengan melibatkan babinsa, kelurahan, kepala desa mengenai apa yang dibutuhkan masyarakat di wilayah itu.

“Bapak bupati Wali hanya dukung saja oh masyarkat saya butuh ini makanya kita ajukan ke atas. Begitu di ACC ya jalan maka itu dari button up bukan dari atas ke bawah tapi berdsarkan kebutuhan warga,” tukasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.