Tokoh Adat Paser Gelar Ritual Terkait IKN, LAP : Kami Menerima Baik Siapapun yang Datang

PENAJAM, INIBalikpapan.com —Tokoh adat Paser yang tergabung dalam Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),  bersama Bupati PPU Abdul Gofur Mas’ud didampingi anggota DPRD Paser menggelar ritual ada di depan pintu masuk kantor Bupati PPU, Rabu jelang siang (28/8/2019).

Rabu (28/8/2019)  di pelataran Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-nipah,

Ritual adat Tambak Pulut dan Tepung Tawar ini digelar dalam rangka syukuran  ditetapkan sebagian wilayah Kabupaten PPU sebagai salah satu lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia.

Dalam ritual adat, bupati diolesi tepug tawar di bagian kening dan tangan, begitujuga dengan anggota DPRD Fraksi Demokrat Bijak Ilhamdani anak bupati PPU Hamdan serta pejabat lain. Kegiatan ini diliput media lokal dan tv nasional.

“Tepung tawar ini pendingin kita laksanakan maksud agar semua dijauhkan dari bala dan bencana. Di PPU ini kan banyak sekali suku dan kami suku asli Paser yang mendiami PPU menerima kehadrian saudara-saudara kami dari luar. Hanya saja adat seperti istiadat kami kalau ada acara kita terapkan,” terang Ketua LAP PPU Musa (28/8/2019)

Pada acara adat syukuran ini digelar secara sederhana dan disediakan ketan kuning, ayam kampung dan telur dadar. Usai acara, makan ini dimakan bersama-sama yang hadir.

Bupati Andi Abdul Gafur yang akrab disapa AGM ini menyatakan penetapan PPU dan Kukar sebagai ibukota baru merupakan kebijakan presiden Jokowi yang sudah ditakdirkan sang Maha Kuasa.

 “Dulu orang-orang tua kita di PPU memang pernah mengatakan keinginannya agar pusat pemerintahan RI ada di PPU, dan Alhamdulillah akhirnya keinginan itu menjadi kenyataan, kami sangat bersyukur sekali, tentunya ini berkat doa – doa baik orang tua kami disini yang masih hidup maupun yang telah meninggalkan kami,” tutur AGM.

Baca juga ini :  Wali Kota Apresiasi SMP 3 Balikpapan Dukung Perkembangan Literasi

AGM juga memastikan suku asli yang ada di PPU menyambut baik terhadap pendatang dan bisa menjaga keseimbangan untuk hidup bersama dan berdampingan, apalagi banyak suku dari luar di PPU yang juga sudah berpuluh-puluh tahun tinggal dan beranak cucu di PPU.

“Di PPU insya Allah masyarakatnya hidup rukun damai. Benuo Taka  ini gambaran kecil Indonesia, semua suku ada di sini dan masyarakat asli PPU welcome terhadap pendatang,”tandasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.