Tol Balikpapan – Samarinda Hari Ini Dibuka, Pengembalian Investasi Jasa Marga Harus Puasa 20 Tahun

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com— PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda Hari ini (19/12/2019) mulai mengoperasionalkan tol Samboja-Palaran secara gratis hingga tahun baru 2020.  

Meski gratis masyarakat yang diminta menyiapkan kartu elektronik tol (e-toll) guna memberikan kemudahan dan dan kelancaran bagi pengguna tol pertama di Kalimantan ini.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda (JBS) Andik Supriatno mengatakan dari hasil survey 2017 yang pernah dilakukan, jumlah pelintas jalan Balikpapan-Samarinda tiap harinya mencapai 13 ribu kendaraan.

“Di tol ini kita perkirakan sekitar 10 ribu kendaraan perharinya,” ujarnya belum lama ini.

Di Pulau Jawa atau ruas tol lainya, kendaraan yang melintas perharinya lebih dari 20 ribu kendaraan. Karena itu masih sedikitnya kendaraan melintas sangat mempengaruhi proses waktu pengembalian investasi jalan tol ini.

Dia mengungkapkan dari pembangunan jalan tol, ini PT Jasa Marga baru akan menikmati keuntungan pada 20 tahun yang akan datang. “Dari jalan tol yang kita bangun ini paling lama kita puasanya. Puasanya hampir 20 tahun. Karena begitu jalan tol dibangun beroperasi pendanaan 70 persen dari utang, 3 triliun dari pemegang saham. Kita pinjam 15 tahun harus dikembalikan,” ungkapnya.

Lanjutnya PT Jasa Marga sudah membangun sekitar 20 ruas jalan tol di seluruh Indonesia namun Tol Balikpapan-Samarinda yang paling lama pengembalian modalnya yakni 20 tahun. “Ini yang paling lama,” ujarnya lagi.

Tol yang dibangun Jasa Marga ini, memiliki masa konsesi selama 40 tahun. Dengan nilai investasi di seksi 2,3 dan 4 investasi hampir mencapai Rp9,9 triliun sedangkan seksi 1 dan 5 hampir mencapai Rp3 triliun sehingga total investasi seluruhnya mencapai Rp12 triliun.

“Nanti konsesi ini dikembalikan kepada pemerintah. Pemerintah siapa? Bukan tidak mungkin  pemerintah disini sebagai punya otoritas,” katanya.

Baca juga ini :  Kebakaran Lahan Bikin Panik Panitia Pelantikan Pengurus IOF
Andik Supriatno saat penjelasan kepada media di Balikpapan

Andik menambahkan selain persyaratan pembangunan, dalam operasional jalan tol ini juga ada syarat standar pelayanan minimum yang harus dipenuhi dan dijalankan   PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda.

“Dan itu setiap dua tahun akan ditinjau tarifnya, prasyarat ini harus dipenuhi seperti kondisi jalan tol, aksesilibitas, mobilitas, keselamatan   sampai tempat istirahat itu ada masjid, tenant sudah ada. Ini salah satu prasyarat operasi jalan tol,” tandasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.