Atlet Balikpapan buka donasi agar bisa ikut Porprov / istimewa

Tunggu Surat Balasan PB Porprov, Sinyal Balikpapan Kemungkinan Absen

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Balikpapan kemungkinan tidak akan memberangkatkan kontingen untuk ikut  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini.

Pasalnya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kekeuh ingin Porprov ditunda. Dia bahkan sudah menyurati PB Porprov meminta agar event olahraga itu ditunda.

Jika PB Porprov tidak menunda, maka kemungkinan untuk tahun ini tidak ada atlet dari Balikpapan yang berlaga dalam event yang di ikuti seluruh kota dan kabupaten di Kaltim itu.

“ Ya belum tentulah  (tidak ikut kalau tidak ditunda),” ujar Rahmad kepada awak media pada Rabu (19/10/2022)

Meski begitu, dia menyatakan, masih akan menunggu surat balasan dari PB Porprov.  Harapannya, dengan ditunda maka persiapan kontingen Balikpapan akan lebih matang.

“Kita tunggu dulu jawaban dari PB Porprov. Karena kita minta ditunda dulu, biar persiapan kita lebih matang,” ujarnya

Soal tawaran dari KONI pemangkasan anggaran, dia menyatakan, tak ingin gegabah menyangkut  penggunaan dana APBD Kota Balikpapan ataupun bermasalah dengan hukum.

“Kita gak mau terulang dengan yang lalu-lalu, hanya permasalahan uang hibah OPD kami diperiksa dan bisa berimplikasi terhadap hukum jadi harus berhati-hati karena ini uang negara,” ujarnya.

Sementara itu, Hingga akhir Oktober ini, anggaran senilai Rp 16 miliar untuk membiayai pemberangkatan atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 di Berau tidak kunjung cair. Sehingga kontingen atlet dari Kota Balikpapan terancam gagal berlaga, karena sesuai jadwal Porprov Kaltim yang akan dilaksanakan di Berau tersebut bakal mulai dilaksanakan pada pertengahan November ini.

Kondisi ini, menjadi pertanyaan besar, khususnya bagi Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono. Sebab kondisi sangat merugikan altet dalam meraih prestasi.

“Atlet itu sudah melakukan latihan lama, dan harapannya ketika ikut Porprov menang dan bisa mendapatkan prestasi yang lebih tinggi. Itulah sebenarnya kebahagiaan dari atlet dan orang tua atlet,” kata Budiono kepada wartawan, Jumat (21/10).

Baca juga ini :  Persebaya Tanpa Dutra dan Hansamu

Ia menyampaikan bahwa dirinya sebagai legislatif merasa prihatin dengan nasib atlet, yang dari pemerintah kota meminta penundaan dan terancam tidak bisa ikut dalam Porprov.

“Padahal anggaran sudah disediakan, sudah ada anggarannya. Dan proses itu sudah berjalan DPOP sudah mendata atlet dan official. Termasuk DPOP juga sudah menyurat ke masing-masing cabor untuk mengirimkan nama-nama, dan KONI juga sudah mendaftarkan by name by number. Terus apa lagi masalahnya,” ungkapnya.

Hal yang paling memprihatinkan, tentunya para atlet yang gagal ikut bertanding, juga bakal terancam tidak bisa bertanding ke event yang lebih tinggi apakah itu ke PON atau Sea Games.

“Saya mempertanyakan pernyataan dari Wali kota Balikpapan yang tidak akan mencairkan anggaran untuk pelaksanaan persiapan untuk keberangkatan atlet ke Porprov, padahal Ketua DPRD Balikpapan menyampaikan ke atlet bahwa pihaknya sudah mengalokasikan anggaran tersebut,” pungkasnya

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.