Usia 17 Tahun, Hafiz Balikpapan Muhammad Haikal Al Ghifari Tuntaskan Hafalan 30 Juz hingga Jadi Juara

Muhammad Haikal Al Ghifari
Muhammad Haikal Al Ghifari (foto : Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Usianya baru 17 tahun, tetapi Muhammad Haikal Al Ghifari telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Ketekunan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu hafiz muda asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menorehkan prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Pencapaian Haikal tidak diraih secara instan. Di balik prestasinya, ada proses pembinaan intensif selama hampir satu tahun yang menuntut kedisiplinan menjaga hafalan sekaligus kesiapan mental menghadapi kompetisi.

Haikal mulai menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) sejak November 2025. Proses pembinaan kemudian terus berlangsung hingga memasuki tahap puncak pada Agustus 2026.

“Kurang lebih intensif hampir setahun. Kami mulai TC sekitar akhir tahun 2025, bulan November, kemudian pembinaan sampai puncaknya final di bulan Agustus,” ujar Haikal.

Bukan Sekadar Menambah Hafalan

Selama pembinaan, rutinitas Haikal bukan hanya mengejar tambahan hafalan. Ia harus memastikan hafalan yang sudah dikuasai tetap kuat dan lancar.

Salah satu kunci yang dijalani adalah murajaah, yakni mengulang kembali ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dihafalkan.

Selain menjaga hafalan, Haikal juga mendapat latihan untuk menghadapi tekanan kompetisi. Kesalahan yang muncul dalam latihan tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dicatat dan dijadikan bahan evaluasi.

“Sehari-hari latihan, tetap murajaah, kemudian menjaga mental, dan mempelajari kesalahan-kesalahan dari hari-hari sebelumnya,” katanya.

Rutinitas tersebut menjadi bagian penting dalam persiapannya. Sebab, menghafal 30 juz bukan hanya tentang mampu mengingat seluruh ayat, tetapi juga mempertahankan kelancaran dan ketepatan ketika diuji dalam kompetisi.

Tak Menyangka Bisa Jadi Juara

Menariknya, Haikal mengaku tidak pernah benar-benar menyangka dirinya bisa keluar sebagai juara.

Ia menyebut prestasi tersebut sebagai rezeki sekaligus buah dari proses panjang yang dijalaninya bersama para pembimbing.

Haikal juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan para ustaz dan pembina dari Kaltim yang terus mendampinginya selama masa persiapan.

“Alhamdulillah mungkin sebuah rezeki. Tapi sebelumnya saya juga enggak menyangka. Tanpa pertolongan Allah dan dibantu ustaz-ustaz Kaltim, insyaallah Allah mudahkan,” ucapnya.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Haikal, terutama ketika harus menjaga konsistensi latihan selama berbulan-bulan.

Tetap Sekolah di Tengah Pembinaan

Di tengah padatnya aktivitas pembinaan dan persiapan kompetisi, Haikal tetap berstatus sebagai pelajar.

Ia harus membagi waktu antara pendidikan, menjaga hafalan Al-Qur’an, latihan, serta mengikuti berbagai tahapan perlombaan.

Bagi Haikal, perjalanan tersebut bukan sekadar mengejar gelar juara. Menjaga hafalan Al-Qur’an telah menjadi bagian dari rutinitas yang terus dijalani.

Kisah hafiz muda asal Balikpapan ini memperlihatkan bahwa prestasi dibangun melalui proses panjang. Hampir setahun pembinaan, rutinitas murajaah, evaluasi kesalahan, menjaga mental, serta dukungan para pembimbing menjadi bagian dari perjalanan hingga akhirnya mampu berdiri sebagai juara.

Di usia 17 tahun, Haikal telah menuntaskan hafalan 30 juz sekaligus membawa nama Balikpapan dan Kalimantan Timur dalam ajang MTQ Nasional.

Perjalanan itu belum berhenti. Gelar juara menjadi capaian, sementara menjaga hafalan 30 juz menjadi tanggung jawab yang terus ia jalani. ***

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses