Walikota
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

Wali Kota Balikpapan Dukung Pembatalan Penghapusan Tenaga Honorer

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mendukung rencana pemerintah yang bakal membatalkan kebijakan penghapusan tenaga honorer pada November 2023 mendatang.

Rencana pembatalan itu mengikuti usulan revisi atau penyesuaian terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK.

Menurut aturan tersebut, pemerintah berencana akan menghapuskan tenaga honorer diganti dengan PNS dan PPPK tanpa honorer.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah tenaga honorer yang aktif agar bisa merancang roadmap penyelesaian. Namun rencana tersebut membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga rencana penghapusan tenaga honorer pada November 2023 ditunda.

“Kita dukung. Bagus itu,” kata Rahmad Mas’ud ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan, Senin (31/10/2022).

Rahmad menjelaskan, bahwa tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan tercatat mencapai 6.000 orang lebih.

Untuk pembiayaan pembayaran gaji bagi 6.000 tenaga honorer tersebut selama ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Kota Balikpapan.

Meski demikian, Rahmad menyampaikan pembatalan penghapusan tenaga honorer tidak akan memberatkan keuangan di daerah.

“Kalau tidak jadi dihapus, ya tidak masalah, karena memang uangnya ada. Yang penting untuk rakyat uangnya harus ada. Kalau tidak ada ya kita harus carikan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pemerintah bakal menghapus tenaga honorer pada 2023. Hal itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 dan terbaru lewat Surat Edaran Bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 pada 31 Mei 2022.

Sebelumnya tongkat kepemimpinan ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) berpindah dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ke Gubernur Kaltim Isran Noor. Isran mengajak seluruh gubernur se-Indonesia menolak penghapusan tenaga honorer di pemerintahan di seluruh daerah.

Isran mengatakan, kebijakan yang telah dijalankan ketua umum APPSI sebelumnya akan teruskan olehnya. Apalagi kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh daerah. Selain itu, pihaknya mengajak gubernur seluruh Indonesia ikut bersama-sama memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah pusat terkait pertimbangan pemberhentian tenaga honorer. “Tenaga honorer masih sangat diperlukan di seluruh daerah. Sehingga bisa dibayangkan kalau dihapus itu honorer,” jelasnya, Kamis (27/10).

Baca juga ini :  Di Kaltim Satu Kasus Kematian Gangguan Ginjal Akut Pada Anak, Fasilitas Masih Minim

Dia menjelaskan, tidak ada alasan bahwa tidak memiliki kemampuan keuangan sehingga mengharuskan untuk menghapus tenaga honorer. Selain itu, pemerintah pusat beralasan penghapusan honorer lantaran sistem pengupahan yang tidak jelas. 

Bahkan kerap di bawah upah minimum regional (UMR). Berbagai permasalahan itu seharusnya dibuatkan regulasi agar kesejahteraan honorer bisa terus ditingkatkan.

“Kalau ada penghapusan honorer, negara perlu menciptakan lapangan kerja di luar itu. Nyatanya belum ada yang bisa menjanjikan seluruh honorer bisa terserap di dunia kerja,” ungkapnya.

Menurut dia, terkait status honorer pihaknya akan melakukan pembahasan dengan para anggotanya terlebih dahulu. Seluruh gubernur harus ikut membela tenaga honorer di daerahnya masing-masing. 

Sebab, bisa dibayangkan, bila empat juta tenaga honorer dihapus. Sedangkan negara belum mampu menciptakan sebuah lapangan kerja di luar dari instansi. Maka, akan menambah pengangguran.

Untuk itu, APPSI akan memperjuangkan nasib tenaga honor bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Adapun bentuk dukungan tersebut, APPSI melalui pertimbangan dewan pakar APPSI telah mengirimkan surat kepada seluruh gubernur bupati, dan wali kota di Indonesia. Tak sampai di situ, menteri terkait bahkan presiden juga disurati untuk mempertimbangkan rencana pemberhentian tenaga honorer tersebut. 

“Saya berharap tidak ada penghapusan tenaga honorer tahun depan,” ucapnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.