Rahmad Mas'ud

Warga Balikpapan Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

BALIKPAPAN, Inibalikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau warganya agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap terjadi beberapa pekan terakhir. Hujan dengan intesitas yang tinggi, disertai angin kencang sangat berbahaya.

“Saya warga untuk meningkatkan kewaspadaan karena saat ini kita mengalami cuaca ekstrem.  curah hujan yang tinggi bisa menimbulkan bahaya banjir dan longsor,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Berkaitan dengan itu, Rahmad Mas’ud meminta warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya meminimalisr banjir yang kerap terjadi saat hujan. Termasuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Untuk mencegah musibah itu (banjir), saya mengajak seluruh warga Balikpapan supaya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat, serta mengurangi  penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Hal itu sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang pengurangan poduk atau kemasan plastik sekali pakai mulai diberlakukan secara menyeluruh, sejak 10 Februari 2020 bertepatan dengan HUT Kota ke-123.

“Hal ini berarti penggunaan kemasan plastik sekali pakai, styrofoam,  sedotan, dan kantong plastik sekali pakai sudah dilarang, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pasar tradisional yang ada di Balikpapan,” ujarnya.

Termasuk juga larangan membawa makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik khususnya ke kawasan wisata pendidikkan yang bernuansa lingkungan, diantaranya Kebun raya Balikpapan.

“Karena itu, saya memohon kesadaran bersama dan  dukungan masyarakat dalam upaya mewujudkan kota  balikpapan bebas dari dampak negatif sampah plastik yang  sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.

“Saya mengajak masyarakat balikpapan untuk menjaga Kota Balikpapan yang kita cintai ini agar selalu bersih, indah, aman dan nyaman. dengan cara senantiasa membuang sampah pada  waktu dan tempat yang tepat, bergotong-royong membersihkan lingkungan, serta melakukan penghijauan.”

Comments

comments

Baca juga ini :  Kemenkum HAM Belum Temukan Kasus Ujaran Kebencian Terkait HAM di Kaltim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.