13 Luka Bersarang di Tubuh Penjaga Toko, Forensik Ungkap Fakta Kematian
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Hasil pemeriksaan forensik mengungkap penyebab kematian penjaga toko berinisial AS (19) yang tewas dalam dugaan pembunuhan di kawasan Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Senin (26/1/2026) lalu.
Korban diketahui mengalami 13 luka akibat kekerasan tumpul dan tajam.
Dokter Forensik Heryadi Bawono Putro yang pada saat melaksanakan autopsi di RS Bhayangkara Balikpapan menjelaskan, bahwa dari hasil autopsi ditemukan luka lecet akibat kekerasan tumpul pada bagian dahi, leher, serta jari kelingking kiri korban.
“Selain kekerasan tumpul, juga ditemukan luka akibat kekerasan tajam,” ujar dr. Heryadi, Rabu (28/1/2026).
Ia merinci, luka kekerasan tajam tersebut berupa luka iris di bagian belakang kepala dan pipi, serta luka tusuk di dada, perut, lengan kanan, dan telapak tangan korban. Luka-luka tersebut menunjukkan adanya serangan brutal yang diterima korban saat kejadian.
Pemeriksaan lanjutan juga menemukan resapan darah pada tirai usus dan penggantung usus, yang menandakan terjadinya trauma berat di rongga perut. Selain itu, paru-paru kiri korban mengalami pengempisan dan terdapat robekan pada pembuluh nadi utama di bagian perut.
Menurut dr. Heryadi, kondisi tersebut mengakibatkan perdarahan hebat yang menjadi faktor utama kematian korban.
“Sebab kematian adalah luka tusuk pada perut kanan yang menembus rongga perut sehingga merobek pembuluh nadi utama perut dan berakibat perdarahan hebat,” tegasnya.
Berdasarkan hasil forensik, perkiraan waktu kematian korban berada pada rentang dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan MN (61) sebagai tersangka dalam kasus tersebut setelah penyelidikan mengungkap bukti kuat berupa rekaman CCTV dan barang bukti senjata tajam. Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolresta Balikpapan dan menjalani pemeriksaan intensif untuk proses hukum lebih lanjut.***
BACA JUGA
