143 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Arus
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah memprediksi 143.915.053 orang akan melakukan perjalanan selama mudik Lebaran 2026. Menghadapi lonjakan besar tersebut, sinergi lintas kementerian diperkuat untuk memastikan arus mudik aman, nyaman, dan selamat, termasuk antisipasi cuaca ekstrem dan penguatan sistem mudik gratis terintegrasi.
143 Juta Pemudik Bergerak, Koordinasi Dipercepat
Angka hampir 144 juta orang bukan jumlah kecil. Lonjakan mobilitas nasional ini diperkirakan terjadi selama periode Hari Raya dan libur Idulfitri 1447 H/2026 M.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan persiapan tahun ini dilakukan lebih awal dengan pemetaan potensi persoalan di lapangan.
Tidak hanya transportasi, pemerintah juga menyiapkan layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Serius
Sebagian wilayah Indonesia masih berada dalam kategori curah hujan menengah hingga tinggi (100–400 mm).
Karena itu koordinasi dengan BMKG dan BNPB diperkuat untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi selama periode mudik.
Langkah ini penting agar tidak terjadi gangguan besar di jalur darat, laut, maupun udara.
Layanan Kesehatan & Posko Terpadu Diperkuat
Pemerintah juga memfokuskan perhatian pada:
- Kesiapan tempat peribadatan
- Layanan kesehatan di jalur mudik
- Penguatan posko terpadu
- Kelayakan moda transportasi darat, laut, dan udara
- Layanan inklusif bagi lansia, anak, dan penyandang disabilitas
Destinasi wisata pun diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.
Mudik Gratis 2026 Tetap Ada, Sistem Terintegrasi
Program mudik gratis kembali disiapkan dengan sistem integrasi lebih rapi.
Tujuannya agar pelaksanaan lebih tertib, tepat sasaran, dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi.
Sistem terpadu ini diharapkan mengurangi kepadatan sekaligus memberi alternatif perjalanan yang aman.
Dampaknya bagi Balikpapan & Kaltim
Bagi wilayah seperti Balikpapan dan Kalimantan Timur:
- Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan diprediksi mengalami lonjakan penumpang
- Pelabuhan dan jalur laut berpotensi padat
- Destinasi wisata lokal meningkat kunjungan
Artinya, koordinasi pusat dan daerah menjadi kunci agar arus masuk dan keluar Kaltim tetap terkendali. ***
BACA JUGA
