170 Siswa Balikpapan Ikuti Pesantren Ramadan, Dapat Pembekalan Karakter dan Zakat

Ketua TP PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud membuka kegiatan pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Aula Rumjab Walikota. (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Sebanyak 170 pelajar SD dan SMP di Kota Balikpapan mengikuti Pesantren Ramadan hasil kolaborasi TP PKK dan BAZNAS Kota Balikpapan yang dimulai pada Rabu (25/2/2026). Di aula Rumjab Walikota Balikpapan.

Kegiatan dua hari ini tidak hanya mengajarkan fikih dan akhlak, tetapi juga membekali anak-anak menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks.

Di tengah derasnya arus media sosial, pergaulan bebas, hingga ancaman narkoba, keluarga dinilai menjadi benteng utama pembentukan karakter. Data BPS 2025 mencatat sekitar 186,38 ribu anak atau hampir 25 persen penduduk Balikpapan merupakan usia anak. Angka ini menunjukkan besarnya tanggung jawab keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan kota.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan Ramadan adalah momentum tepat untuk memperkuat pondasi mental dan spiritual anak. Namun menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau lembaga keagamaan.

“Anak-anak harus kuat secara mental dan spiritual. Tapi orang tua juga harus siap, terutama di era digital seperti sekarang. Kader PKK harus melek teknologi agar mampu mendampingi anak-anaknya,” ujarnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pesantren Ramadan kali ini turut melibatkan kader PKK sebagai bagian dari penguatan literasi digital keluarga. Selama dua hari penuh, peserta mendapatkan pembelajaran seputar fikih zakat dan puasa, aqidah dan akhlak, kecintaan terhadap tanah air, komunikasi dalam keluarga, hingga kesiapan mental menghadapi perkembangan teknologi.

Pembinaan Usia Muda

Ketua BAZNAS Balikpapan, Ust. Abdul Rosyid Bustomi, menjelaskan setiap sekolah tingkat SD dan SMP mengirimkan dua perwakilan siswa. Dari seluruh kecamatan, jumlahnya mencapai sekitar 170 anak setiap tahun. Mereka diharapkan dapat menjadi duta kebaikan di sekolah masing-masing.

“Ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Kami ingin anak-anak memahami makna Ramadan secara utuh, membentuk karakter sabar, jujur, dan peduli sejak dini,” katanya.

Selain pembekalan materi, para peserta juga menerima perlengkapan ibadah dan belajar. Peserta perempuan mendapatkan mukena, sajadah, Al-Qur’an, alat tulis, serta uang saku. Sementara peserta laki-laki menerima sarung, kopiah, Al-Qur’an, alat tulis, dan uang saku. 

Menjelang berbuka, mereka pulang dengan paket makanan untuk berbuka puasa di rumah.

Pesantren Ramadan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya soal jalan dan gedung, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia. Apalagi Balikpapan kini menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Generasi yang tumbuh hari ini akan menentukan apakah kota ini mampu bersaing dan berkontribusi di masa depan.

Dari ruang-ruang pembinaan sederhana selama Ramadan inilah, fondasi generasi emas Balikpapan mulai diperkuat dimulai dari rumah, didukung sekolah, dan diperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses