65 UMKM Dikurasi, BI Balikpapan Perkuat Ekosistem Usaha Hadapi Peluang Pasar Nasional

Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyampaikan sambutan saat Workshop Produk Makanan Minuman Olahan Tahun 2026, yang digelar untuk mendorong daya saing UMKM lokal agar makin unggul dan kompetitif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan sambutan saat Workshop Produk Makanan Minuman Olahan Tahun 2026, yang digelar untuk mendorong daya saing UMKM lokal agar makin unggul dan kompetitif. Foto: BI Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah. Terbaru, sebanyak 65 pelaku UMKM dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser mengikuti workshop dan kurasi intensif pada Februari 2026.

Program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi bagian dari strategi berkelanjutan membangun UMKM yang lebih siap bersaing di pasar nasional.

Bangun Daya Saing Lewat Kurasi Terarah

Sebanyak 18 UMKM terpilih subsektor wastra mengikuti workshop 6–8 Februari 2026 di Hotel Novotel Balikpapan. Mereka didampingi 18 desainer muda untuk memperkuat konsep desain, identitas produk, serta nilai budaya lokal yang menjadi keunggulan daerah.

Selain materi teknis, peserta yang berpartisipasi sudah menjalani kurasi langsung untuk mengukur kesiapan kualitas bahan, konsistensi produksi, hingga peluang pasar. Pendekatan ini memastikan pembinaan tidak berhenti di teori, tetapi berorientasi pada standar pasar.

Workshop wastra terbagi ke dalam dua kelas, yaitu desain fesyen ready to wear dan desain batik. Materi yang diberikan meliputi kurasi produk, penguatan konsep desain, integrasi unsur budaya lokal, serta pendampingan branding dan arah pengembangan usaha.

47 UMKM Mamin Disiapkan Masuk Ekosistem Industri Kreatif Syariah

Pada 11–12 Februari 2026, sebanyak 47 pelaku UMKM makanan-minuman olahan mendapatkan penguatan dari sisi inovasi produk, pengemasan, efisiensi biaya, hingga strategi pemasaran digital.

Workshop ini juga menjadi tahap awal seleksi menuju Program Industri Kreatif Syariah (IKRA), yang membuka akses pendampingan lanjutan dan jejaring pembiayaan.

Melalui skema ini, BI Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pasar dan ekosistem usaha.

Peran Strategis BI dalam Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara memiliki dinamika ekonomi yang terus berkembang. Penguatan UMKM menjadi langkah strategis agar pelaku usaha lokal mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut.

Bank Indonesia Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, korporasi, dan komunitas bisnis guna menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari kurasi, peningkatan kualitas, hingga akses pembiayaan dan perluasan pasar.

Peserta dengan hasil terbaik akan mengikuti tahap pembinaan lanjutan. Upaya ini diharapkan melahirkan UMKM unggulan daerah yang mampu membuka lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi lokal.

Dengan pendekatan yang terarah dan berkelanjutan, BI Balikpapan menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah yang inklusif.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses