69.735 Kendaraan Melintas di Tol IKN, Konektivitas Baru Jadi Magnet Libur Nataru 2026

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulai dibuka secara fungsional sejak 20 Desember 2025 mencatat lonjakan volume kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. 

Infrastruktur baru yang digadang sebagai tulang punggung konektivitas antardaerah di Kalimantan Timur itu langsung menjadi magnet bagi masyarakat yang penasaran ingin merasakan pengalaman berkendara di ruas tol terbaru tersebut.

Antusiasme publik kian tinggi lantaran Tol IKN tidak hanya menjadi akses menuju kawasan inti IKN di Penajam Paser Utara (PPU), tetapi juga menghubungkan arus perjalanan ke Kalimantan Selatan serta menjadi jalur strategis lanjutan menuju Balikpapan–Samarinda. Kombinasi fungsi mobilitas antarkota dan wisata inilah yang mendorong arus kendaraan meningkat tajam dalam waktu singkat.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengungkapkan, sejak dibuka hingga 1 Januari 2026, total 69.735 kendaraan telah melintas di Tol IKN. Data itu menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan sejak pekan pertama operasional fungsional diberlakukan.

Jika dirinci berdasarkan arah pergerakan, 38.620 kendaraan tercatat melintas menuju PPU, kawasan inti IKN, dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, 31.115 kendaraan bergerak ke arah Balikpapan–Samarinda. Angka ini sekaligus menggambarkan bahwa mayoritas perjalanan masih didominasi mobilitas masyarakat yang ingin menjajal akses baru menuju ibu kota masa depan Indonesia tersebut.

“Arus kendaraan memang masih didominasi oleh perjalanan menuju kawasan IKN dan Kalimantan Selatan. Momen libur Tahun Baru menjadi momentum masyarakat untuk mencoba langsung infrastruktur baru ini,” ujar Yudi, Jumat (2/1/2026).

Di sisi lain, Tol Pulau Balang menempati posisi penting dalam peta perjalanan. Sebagai pintu keluar utama dari Tol IKN, ruas ini menjadi simpul penghubung strategis bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan ke pusat Kota Balikpapan, Bandara Sepinggan, kawasan pesisir, hingga titik-titik wisata populer seperti Pantai Manggar dan Lamaru.

Dengan peran vital tersebut, BBPJN Kaltim memastikan kesiapsiagaan layanan di lapangan. Petugas pengawasan dan pengaturan arus disiagakan secara bergiliran untuk menjaga kelancaran lalu lintas, meminimalkan potensi kepadatan, serta memastikan standar keselamatan tetap terpenuhi meski ruas tol beroperasi dalam skema fungsional sementara.

Yudi juga menekankan pentingnya disiplin berkendara di tengah euforia infrastruktur baru. Ia mengimbau pengguna tol untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Infrastruktur ini memang baru, tetapi kehati-hatian harus tetap menjadi yang utama. Jangan sampai antusiasme membuat kita abai terhadap aturan di jalan,” tegasnya.

Tingginya volume kendaraan ini memunculkan optimisme baru terhadap percepatan konektivitas antardaerah di Kalimantan Timur. Kehadiran Tol IKN diyakini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan, membuka peluang mobilitas yang lebih efisien, serta mendorong geliat ekonomi dan pariwisata di Balikpapan sebagai kota penyangga IKN.

Menariknya, di tengah dinamika arus lalu lintas, Yudi sempat menyampaikan pesan reflektif tentang perjalanan dan etika berkendara. Pernyataan itu bernada puitis, tetapi mengandung makna universal tentang empati di ruang publik.

“Sama seperti cinta, perjalanan terbaik bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang tetap tenang, saling menghormati, dan setia sampai tujuan. Jalan yang indah bukan yang penuh emosi, melainkan yang ditempuh dengan hati yang jernih,” ucapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jalan raya, sebagaimana kehidupan, adalah ruang berbagi tempat setiap orang belajar memahami ritme perjalanan masing-masing. Di tengah euforia tol baru, etika dan empati tetap menjadi jalur terbaik yang patut dijaga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses