Air Makin Dibutuhkan, PTMB Balikpapan Pilih Perbaiki Sistem
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kebutuhan air bersih di Balikpapan terus meningkat seiring bertambahnya permukiman dan aktivitas ekonomi. Di balik kran yang mengalir setiap hari, ada kegelisahan warga yang berharap pasokan air tetap aman, stabil, dan tidak terhenti, terutama di musim kemarau.
Di tengah tekanan kebutuhan tersebut, PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memilih jalan yang tidak populer namun krusial: bukan membuka sumber air baru yang mahal, melainkan membenahi sistem produksi dan distribusi yang sudah ada agar bekerja lebih efisien.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menyebut tantangan penyediaan air bersih di Balikpapan semakin kompleks. Pertumbuhan kota berjalan cepat, sementara kemampuan keuangan perusahaan memiliki batas.
“Pengelolaan air tidak hanya soal menambah pasokan, tetapi bagaimana sistem yang ada bisa bekerja lebih efisien agar layanan tetap berjalan stabil,” ujar Yudhi baru-baru ini.
Bagi warga, stabilitas air bersih bukan sekadar angka produksi, tetapi soal ketenangan hidup sehari-hari. Ketika air mengecil atau tidak mengalir, aktivitas rumah tangga langsung terganggu—dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan ibadah.
Sebagai langkah cepat, PTMB mengaktifkan kembali sejumlah sumur yang sebelumnya tidak optimal. Upaya rehabilitasi ini dilakukan untuk menambah kapasitas tanpa harus membangun sumber air baku baru yang membutuhkan investasi besar dan waktu panjang.
Sumur-sumur tersebut berada di beberapa titik, yakni Kampung Damai dengan kapasitas 12 liter per detik, Telaga Sari Atas Gunung Sari sebesar 14 liter per detik, serta Kampung Baru dengan kapasitas 10,5 liter per detik. Meski terlihat sederhana, tambahan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasokan, terutama di wilayah padat penduduk.
Di sisi lain, PTMB juga menargetkan penurunan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Kebocoran jaringan pipa masih menjadi persoalan yang membuat air hasil produksi tidak seluruhnya sampai ke pelanggan.
“Air yang hilang di jaringan itu bukan hanya kerugian teknis, tapi juga beban biaya. Kalau bisa ditekan, layanan ke warga bisa lebih optimal,” jelas Yudhi.
Perencanaan Matang dan Bertahap
Upaya perbaikan tidak berhenti di dalam kota. PTMB juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam, salah satu sumber air baku penting bagi Balikpapan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan di tengah tekanan kebutuhan kota yang terus tumbuh.
Menurut Yudhi, tantangan terbesar penyediaan air bersih di Balikpapan terletak pada karakter wilayah dan penyebaran pelanggan yang tidak merata. Kondisi geografis kota membuat distribusi air memerlukan perencanaan matang dan bertahap.
“Kami harus menyiapkan rencana jangka menengah dan panjang, agar pengembangan infrastruktur sejalan dengan kemampuan keuangan perusahaan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Bagi warga Balikpapan, air bersih bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan kualitas hidup. Upaya efisiensi yang dilakukan PTMB diharapkan mampu menjaga aliran air tetap stabil, agar keresahan warga tidak terus berulang, dan Balikpapan tetap nyaman dihuni di tengah pertumbuhan kota yang kian pesat.***
BACA JUGA
