Ajak Pemuda Terlibat Dalam Isu Lingkungan dan Kewirausahaan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Youth City Changers (YCC) bagian dari rangkaian Rakernas APEKSI XVII yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 1 – 2 Juni 2024 diharapkan ada peran pemuda dalam isu-isu perkotaan.

Asisten Perekonomian dan Kesra Kota Balikpapan Andi Yusri Ramli mengatakan pihaknya melihat banyak isu perkotaan yang dibahas para anak muda melalui diskusi. Mulai dari isu lingkungan, keresahan terkait kesejahteraan sosial, kewirausahaan pemuda dan pentingnya kolaborasi antar daerah.

“Dengan generasi muda yang cerdas dan kepedulian yang tinggi, kita patut optimis kedepannya dapat memberikan tongkat estafet pembangunan ke tangan yang tepat,” kata Andi Yusri mewakili wali kota Balikpapan dalam pembukaan Youth City Changers(YCC) di Novotel, Senin (3/6/2024).

Yusri berharap forum YCC dapat terus berkesinambungan karena sudut kandang generasi muda untuk pembangunan dimasa mendatang sangat perlu diperhatikan.

“Mereka yang lebih dahulu melek dan memiliki beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang akan terjadi. Saya juga mengharapkan YCC bisa berikan inspirasi kepada generasi untuk tidak takut tampil dan bisa suarakan berbagai hal yang kontruksif bagi kemajuan kota,” harapnya.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dihasilkan forum YCC dapat diaplikasi pada masing-masing pembangunan kota sebagai wujud sumbangsih gagasan yang luar biasa dari generasi muda,” sambung Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Balikpapan.

Pemuda APEKSI Harus Jemput Bola Terhadap Persoalan Strategis

Direktur Eksekutif APEKSI Alwi Rustam mengapresiasi kepada daerah yang telah mengirimkan generasi muda dalam forum YCC. Menurutnya perlu forum khusus Kadispora yang membahas keuggulan daerah. Menurutnya Dispora harus visioner karena memiliki visi utama dan penting dalam jangka panjang.

“Jadi terimakasih kepada kadispora yang telah mengutus kaum muda ikut dalam pertemuan YCC ini,” tuturnya.

Alwi melihat peran kepala daerah sangat strategi dalam menyikapi persoalan nasional termasuk problem global namun memiliki dampak lokal. karena itu dalam pertemuan dua hari isu strategis menjadi pembahasan YCC. Untuk itu APEKSI tidak tinggal diam namun merespon.

“Adik -adik pastikan merasakan kotanya, apapun isu global yang terdampak kota duluan. Perubahan iklim saja, itu isu yang kita bahas valid. Apa lagi adik-adik yang merasakan. teman-teman juga menyampaikan apa yang jadi harapan selama proses dua hari ini,” katanya.

Dia menilai YCC bisa bergerak lebih kongkrit lagi, lebih startegis dan lebih cerdas lagi. baik dalam bentuk pemikiran maupun gerakan.

“Sekali lagi APEKSI akan fasilitasi lagi dan lebih erat lagi, Dan misinya supaya pemuda kreatif kota tidak hanya menunggu bola tapi jemput bola. Dalami persoalannya karena banyak pemkot yang berharap support. Masalah sekarang anak muda apatis dulua,” tandansya.

Peran Gagasan Pemuda Jadi Solusi dan Masukan Pemerintah

Sementara itu, Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma mengatakan, peran pemuda diharapkan bisa menjadi masukan ke Pemkot. Karena gagasan dan ide dari para pemuda yang bisa jadi solusi dan masukan bagi pemerintah.

“Kami di bidang kepemudaan apa yang bisa kita lakukan dari rekomendasi yang ada misal dalam organisasi kepemudaan,” akunya.

Ratih menambahkan, dimana para anak muda memanfaatkan momentum yang ada. Sehingga memiliki nilai lebih untuk bisa bersinergi dan kolaborasi dalam IKN.

“Serta pemberian masukan bagi IKN agar bisa ikut dilibatkan,” tutupnya.

Ratih mengungkapkan, banyak isu yang diangkat oleh anak-anak muda tersebut. Mulai dari isu lingkungan, keresahan terkait kesejahteraan sosial, dan banyak lainnya. 

“Yang menarik adalah, mereka harus memiliki big data dahulu, mewakili kota masing-masing, membahas berdasarkan data dan memberikan solusi yang harus diambil,” ungkap Ratih.

Beberapa diantaranya menyampaikan soal kolaborasi dan promosi daerah. Ada juga tentang pembangunan kepemudaan. Bagaimana peran penting pemuda untuk berganti dengan pemerintah dan masyarakat. “Sinergi yang dikuatkan dengan stakeholder,” ujarnya.

Anak-anak muda ini juga membicarakan tentang kepemimpinan dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Isu yang disampaikan ini akan dibahas ke dalam forum dan jadi rekomendasi atau catatan penting untuk pemerintah di daerah masing-masing. 

“Ada juga mereka yang menyampaikan permasalahan tentang penduduk yang penuh di kota yang kecil, juga tentang kota yang besar namun jarang penduduknya,” sebutnya.

Pada rangkaian acara YCC hari kedua pada 2 Juni 2024 esok hari, mereka akan diajak berkunjung ke Pasar Tumpah Pringgodani Teritip. Selain itu mereka juga akan mengikuti pelepasliaran 1.000 tukik di Pantai Manggar

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses