Aktivitas Penyeberangan Kariangau Menurun, Layanan Tetap Lancar pada H+1 Lebaran 2026
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Aktivitas angkutan Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, mulai menunjukkan tren penurunan pada H+1 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Meski demikian, layanan penyeberangan tetap berjalan lancar dengan dukungan cuaca yang cerah dan koordinasi yang baik antarpetugas di lapangan.
Berdasarkan laporan Posko Angkutan Lebaran periode Senin (23/3/2026) pukul 08.00 WITA hingga Selasa (24/3/2026) pukul 08.00 WITA, jumlah penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 4.660 orang. Angka ini sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 4.662 penumpang.
Dari total tersebut, sebanyak 4.072 penumpang melakukan perjalanan di dalam kendaraan, sementara 588 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki. Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+1 Lebaran, jumlah penumpang yang telah menyeberang melalui Pelabuhan Kariangau mencapai 37.706 orang.
Penurunan juga terlihat pada jumlah kendaraan yang menyeberang. Dalam periode laporan, tercatat sebanyak 1.348 unit kendaraan berangkat, turun sekitar dua persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 1.382 unit. Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang sejak H-8 hingga H+1 tercatat sebanyak 11.995 unit.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau, Karolus Makin, menyampaikan bahwa kondisi operasional di lapangan masih berjalan optimal tanpa kendala berarti.
“Kami memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan dengan baik. Hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol, dan arus pergerakan penumpang maupun kendaraan masih dalam kondisi terkendali,” ujar Karolus.
Ada 13 Kapal Feri
Dari sisi operasional, sebanyak 13 kapal dioperasikan untuk melayani penyeberangan. Selain itu, lima kapal disiagakan sebagai cadangan dan satu kapal tengah menjalani perawatan (docking). Total perjalanan kapal dalam periode ini tercatat sebanyak 72 trip, meningkat tipis dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah 71 trip.
Karolus menambahkan, penurunan volume penumpang dan kendaraan diduga dipengaruhi oleh mulai beroperasinya Tol Pulau Balang. Infrastruktur tersebut memberikan alternatif jalur darat yang dinilai lebih cepat dan efisien bagi masyarakat, sehingga sebagian pengguna jasa beralih dari moda penyeberangan.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis arus balik Lebaran dapat berlangsung tertib dan aman. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.
“Dengan kondisi yang kondusif ini, kami berharap arus balik dapat berjalan lancar hingga akhir masa angkutan Lebaran,” kata Karolus.
Situasi yang terkendali di Pelabuhan Kariangau menjadi indikator bahwa pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan cukup baik, meskipun diwarnai perubahan pola mobilitas masyarakat.***
BACA JUGA
