Aldi Satya Mahendra Cedera di Portimao, Gagal Finis—Masih Berpeluang Bangkit di Eropa
JAKARTA, inibalikpapan.com – Aldi Satya Mahendra harus menelan hasil pahit di seri World Supersport Portimao setelah insiden tabrakan dan cedera pergelangan tangan memaksanya gagal meraih poin, bahkan tidak menyelesaikan balapan kedua.
Harapan Aldi untuk menambah poin sebenarnya masih terbuka di race pertama. Pembalap 19 tahun asal Yogyakarta itu sempat bertahan di grup tengah sebelum insiden terjadi. Motor yang ia tunggangi ditabrak pembalap lain.
Dampaknya langsung terasa. Knalpot bengkok dan melebar hingga menyentuh aspal saat menikung ke kanan. Kondisi ini membuat performa motor tidak lagi optimal. Aldi akhirnya hanya mampu finis di posisi ke-23.
Di race kedua, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Setelan motor yang lebih pas membuat Aldi mencatat waktu terbaik sepanjang akhir pekan di Sirkuit Portimao, Portugal.
Namun, masalah lain muncul. Memasuki lap ke-8, rasa sakit di pergelangan tangan kanan kembali kambuh—cedera yang sebelumnya sempat dioperasi.
Rasa nyeri itu tidak bisa ditahan.
Aldi memilih masuk pit dan mengakhiri balapan lebih awal.
Fokus Pemulihan, Target Bangkit di Assen
Meski hasil di Portimao jauh dari harapan, Aldi tetap melihat peluang.
Waktu menuju seri berikutnya di Assen, Belanda (18–19 April 2026) memang singkat. Namun jeda ini akan dimanfaatkan untuk pemulihan kondisi fisik.
“Hasil di Portimao memang belum maksimal karena insiden dan kondisi pergelangan tangan yang masih pemulihan. Semoga di seri berikutnya bisa tampil lebih baik dan kembali meraih poin,” ujar Aldi.
Performa di Portimao bukan gambaran penuh kemampuan Aldi. Di seri pembuka di Phillip Island, Australia, ia justru mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang World Supersport.
Saat ini, Aldi masih berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 23 poin. Dengan lima seri tersisa di Eropa, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar.
Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, menegaskan tim tetap optimistis. Menurutnya, hasil di Portimao lebih dipengaruhi faktor eksternal.
“Masih ada lima putaran ke depan di Eropa. Kami harap Aldi bisa memaksimalkan peluang untuk menambah poin dan memperbaiki posisi di klasemen,” ujarnya.
Aldi Satya Mahendra dijadwalkan kembali ke Eropa pada awal April dan akan menetap hingga seri ke-7 di Misano pada Juni.
Di tengah cedera dan hasil yang belum maksimal, satu hal yang masih dijaga: peluang untuk bangkit belum tertutup.***
BACA JUGA
