Amerika Tawarkan Hadiah hingga Rp169 Miliar bagi Informasi Lokasi Mojtaba Khamenei
WASHINGTON, Inibalikpapan.com — Pemerintah Amerika Serikat melalui United States Department of State mengumumkan program hadiah hingga US$10 juta (sekitar Rp169 miliar) bagi warga Iran yang memberikan informasi mengenai keberadaan sejumlah pejabat tinggi Republik Islam.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat waktu setempat. Pemerintah AS menyebut, warga Iran yang memiliki informasi tentang 10 pemimpin senior dapat mengirimkan laporan melalui jalur aman, termasuk browser Tor atau aplikasi pesan terenkripsi Signal.
Para tokoh yang menjadi target disebut sebagai pemimpin kunci dari Islamic Revolutionary Guard Corps> (IRGC)—pasukan elit Iran yang oleh pemerintah AS diklasifikasikan sebagai organisasi teroris.
Mojtaba Khamenei Masuk Daftar Target
Salah satu nama paling menonjol dalam daftar tersebut adalah Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai Pemimpin Tertinggi Iran saat ini. Selain itu, terdapat pula penasihat keamanan nasional Iran, Ali Larijani.
Beberapa pejabat lain yang masuk dalam daftar antara lain Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni dan Menteri Intelijen Esmail Khatib.
Menariknya, empat pejabat lain hanya disebut berdasarkan jabatan tanpa identitas lengkap maupun foto. Di antaranya adalah sekretaris dewan pertahanan dan kepala kantor militer Iran. Hal ini diduga terkait perubahan besar dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut.
Tidak Semua Pemimpin Iran Masuk Daftar
Meski menargetkan sejumlah tokoh penting, daftar itu tidak mencakup seluruh pemimpin politik Iran. Beberapa tokoh yang tidak dimasukkan dalam daftar antara lain Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, serta ulama senior Alireza Arafi.
Ketiganya sebelumnya memimpin pemerintahan sementara setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan pada 28 Februari 2026.
Selain mereka, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga tidak termasuk dalam daftar target.
Latar Belakang Ketegangan AS–Iran
Pengumuman hadiah tersebut muncul setelah sejumlah pemimpin Iran terlihat mengikuti demonstrasi pro-Palestina di Teheran. Aksi tahunan itu diikuti beberapa tokoh penting Iran, termasuk Ali Larijani, Masoud Pezeshkian, dan Abbas Araghchi.
Langkah Washington ini mengingatkan pada strategi lama pemerintah AS ketika mengidentifikasi pejabat rezim Saddam Hussein di Irak pada tahun 2003. Saat itu, militer AS bahkan menggunakan kartu remi untuk menandai tokoh-tokoh yang paling dicari setelah invasi yang diputuskan oleh Presiden George W. Bush.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Program hadiah tersebut menandai meningkatnya tekanan Washington terhadap elite keamanan Iran di tengah konflik regional yang terus memanas.
Pemerintah AS berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mengungkap jaringan kepemimpinan dan aktivitas para pejabat yang dianggap berperan penting dalam operasi IRGC di kawasan Timur Tengah. / New York Post
BACA JUGA
