Anggaran DPUMKMP Balikpapan Dipangkas 60 Persen, Koperasi Kelurahan Didorong Cari Mitra
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemangkasan anggaran hingga 60 persen pada 2026 tak menghentikan upaya Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPUMKMP) Balikpapan menggerakkan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Di tengah keterbatasan dana, koperasi didorong aktif mencari mitra agar usaha tetap berjalan dan anggota terus bertambah.
Kepala DPUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setya, menegaskan pertumbuhan anggota koperasi seharusnya terjadi secara alami, terutama di kelurahan yang koperasinya aktif menjalankan usaha dan menjalin kemitraan.
“Koperasi yang aktif bermitra biasanya usahanya hidup. Kalau usaha jalan, anggota ikut bertambah,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan saat ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari Bulog untuk penyediaan beras, gula, dan minyak goreng, hingga Pertamina Niaga dalam pengelolaan tabung non-fungsi.
Selain itu, koperasi juga mulai masuk ke sistem pembayaran digital agar transaksi lebih mudah dan cepat.
Aktivitas ini menjadi kunci agar koperasi tetap menarik bagi warga, meski dukungan anggaran pemerintah berkurang.
Belum Ada Data Terbaru Anggota Koperasi
Meski aktivitas usaha meningkat, DPUMKMP mengakui belum memiliki data terbaru terkait jumlah keanggotaan KKMP sepanjang 2025.
“Kami belum melakukan pembaruan data, termasuk penambahan anggota selama tahun lalu,” jelas Heruressandy.
DPUMKMP Balikpapan akan mengelola anggaran sekitar Rp13 miliar pada 2026. Angka ini turun drastis dibanding sebelum 2025.
Pada 2025, anggaran sudah dipangkas sekitar 40 persen, sehingga hanya sekitar 60 persen program yang bisa dijalankan. Dampaknya, sekitar 10 subkegiatan harus dihilangkan.
Meski anggaran menurun, DPUMKMP memastikan pengembangan koperasi dan UMKM tetap menjadi prioritas. Program pembinaan, pendampingan, perizinan, dan legalitas usaha tetap berjalan.
Pemangkasan anggaran lebih banyak dilakukan pada kegiatan administrasi perkantoran dan kepegawaian.
“Yang kami kurangi cukup besar justru kegiatan administrasi, bukan program yang langsung menyentuh koperasi dan UMKM,” tegasnya.
Untuk memperkuat operasional KKMP, DPUMKMP berencana menambah sembilan tenaga pendamping pada 2026. Pendamping ini akan membantu koperasi di tingkat kelurahan agar usaha lebih tertata dan berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih tetap menjadi fokus kami. Pendamping tambahan diharapkan bisa memperkuat usaha koperasi ke depan,” pungkas Heruressandy.***
BACA JUGA
