APBD Balikpapan 2026 Dipangkas Jadi Rp3,5 Triliun, DPRD Pastikan Anggaran Banjir dan Layanan Warga Aman
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Di tengah turunnya pendapatan daerah, APBD Balikpapan 2026 akhirnya disahkan sebesar Rp3,5 triliun. Meski anggaran dipangkas usai evaluasi Gubernur Kaltim, DPRD menegaskan program yang paling dirasakan warga mulai dari penanganan banjir hingga layanan publik tetap jadi prioritas.
APBD Balikpapan 2026 mengalami penyesuaian setelah evaluasi Gubernur Kalimantan Timur. Pendapatan daerah yang semula diproyeksikan Rp3,83 triliun turun menjadi sekitar Rp2,95 triliun. Dampaknya, belanja daerah ikut disesuaikan dari Rp4,28 triliun menjadi Rp3,5 triliun.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menyebut penurunan ini tak lepas dari berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang terjadi hampir di seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya Balikpapan. Banyak daerah mengalami hal yang sama karena DBH menurun secara nasional,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Banjir, Jalan, dan Layanan Publik Tetap Dijaga
Di tengah penyesuaian anggaran, DPRD menekankan satu hal: program yang langsung menyentuh warga tidak boleh dikorbankan.
Penanganan banjir, infrastruktur dasar, serta layanan publik tetap dipertahankan agar dampaknya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemangkasan ada, tapi kami sepakat program prioritas tetap dijaga. Jangan sampai warga yang menanggung akibatnya,” kata Alwi.
Bagi warga Balikpapan, keputusan ini penting mengingat persoalan banjir dan infrastruktur masih menjadi keluhan rutin di sejumlah kawasan kota.
Harapan: APBD Perubahan Bisa Lebih Lega
DPRD berharap kondisi keuangan daerah membaik pada APBD Perubahan 2026. Jika pendapatan meningkat, anggaran yang sempat dipangkas bisa kembali diperkuat.
“Mudah-mudahan pada perubahan nanti kondisi fiskal membaik dan anggaran bisa kembali normal,” ujarnya.
Serapan Anggaran Tinggi, Proyek Tetap Jalan
Di sisi lain, realisasi APBD tahun berjalan dilaporkan sudah mencapai sekitar 95 persen. Salah satunya pembangunan kantor DPRD Balikpapan yang kini hampir rampung dan ditargetkan bisa digunakan sekitar Maret 2026.
Menutup rapat paripurna, DPRD juga mengimbau warga Balikpapan merayakan pergantian tahun secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di daerah lain yang sedang terdampak bencana.
“Tidak perlu berlebihan. Rayakan dengan sederhana sebagai bentuk kepedulian,” pungkas Alwi.***
BACA JUGA
