Arus Balik Kariangau Balikpapan H+4 Melandai, Penumpang Turun 55 Persen
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Grafik pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, mulai menunjukkan tren penurunan signifikan pada H+4 Lebaran 2026.
Data terbaru dari Posko Angkutan Lebaran mengonfirmasi bahwa aktivitas penyeberangan tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau, Karolus Makin, menyatakan bahwa operasional pelabuhan berjalan sangat lancar tanpa kendala teknis maupun insiden menonjol.
Data Penurunan Drastis: Penumpang dan Kendaraan
Berdasarkan rekapitulasi data periode 26 Maret hingga 27 Maret 2026 (pukul 08.00 WITA), angka keberangkatan mencatatkan penurunan tajam:
- Jumlah Penumpang: Tercatat 3.157 orang (Turun 55% dibanding tahun lalu).
- Jumlah Kendaraan: Tercatat 979 unit (Turun 88% dibanding tahun lalu).
- Perbandingan Harian: Dibandingkan H+3, jumlah penumpang turun 14% (dari 3.704 orang) dan kendaraan turun 11% (dari 1.101 unit).
“Hingga H+4, situasi kamtibmas dan operasional di pelabuhan aman terkendali. Penurunan ini menjadi indikasi kuat bahwa puncak arus balik tahun ini sudah terlewati,” ujar Karolus, Jumat (27/3/2026).
Flashback Puncak Arus Balik 2026
Meski tren saat ini melandai, Pelabuhan Kariangau sempat mencatatkan titik tertinggi aktivitas pada awal masa balik:
- Puncak Penumpang: Terjadi pada H+1 dengan total 4.660 orang.
- Puncak Kendaraan (Roda 2 & 4): Terjadi pada H+2 dengan rincian 1.002 unit motor dan 550 unit mobil/truk.
Secara kumulatif sejak H-8 hingga H+4, total warga yang menyeberang melalui Kariangau mencapai 49.314 orang dengan total 15.386 unit kendaraan.
Kesiapan Armada dan Faktor Cuaca
Kelancaran arus balik tahun ini juga didukung oleh kondisi alam dan kesiapan sarana:
- Armada Kapal: Sebanyak 14 kapal dioperasikan secara reguler, didukung 4 kapal siaga (1 kapal posisi docking).
- Total Trip: Mencapai 981 perjalanan (datang & berangkat).
- Kondisi Cuaca: Cuaca cerah dan tinggi gelombang yang rendah di perairan Teluk Balikpapan sangat membantu ketepatan waktu sandar kapal (berthing time).
Pihak otoritas pelabuhan menegaskan akan tetap siaga melakukan pemantauan intensif hingga masa angkutan Lebaran benar-benar berakhir guna mengantisipasi adanya lonjakan susulan di akhir pekan.
BACA JUGA
