Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Stabil, 3.312 Penumpang Tercatat pada H+6
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, terpantau masih berjalan stabil hingga H+6.
Aktivitas penyeberangan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan berarti, meskipun jumlah penumpang mengalami fluktuasi.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, jumlah penumpang yang berangkat pada periode Sabtu (28/3/2026) pukul 08.00 WITA hingga Minggu (29/3/2026) pukul 08.00 WITA tercatat mencapai 3.312 orang.
Angka ini meningkat sekitar 26 persen dibandingkan hari sebelumnya yang mencatatkan 2.627 penumpang.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Kariangau, Karolus Makin, mengatakan bahwa peningkatan tersebut merupakan bagian dari dinamika arus balik yang masih berlangsung secara bertahap.
“Secara umum arus balik di Pelabuhan Kariangau masih terkendali. Ada peningkatan dibanding hari sebelumnya, tetapi masih dalam batas normal dan pelayanan tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Dari total penumpang tersebut, sebanyak 2.846 orang merupakan pengguna jasa dalam kendaraan, sedangkan 466 orang lainnya adalah penumpang pejalan kaki. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 951 unit, naik 11 persen dari hari sebelumnya yang tercatat 853 unit.
Meski mengalami kenaikan harian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang dan kendaraan justru menunjukkan penurunan. Penurunan ini dinilai sebagai bagian dari perubahan pola perjalanan masyarakat.
Lima Kapal Siaga
Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+6 Lebaran atau dalam rentang 13 hingga 29 Maret 2026, total penumpang yang telah menyeberang mencapai 55.253 orang, dengan jumlah kendaraan sebanyak 17.190 unit.
Dari sisi operasional, sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk melayani penyeberangan. Selain itu, terdapat lima kapal dalam kondisi siaga serta satu kapal yang sedang menjalani perawatan (docking). Total perjalanan kapal pada periode laporan mencapai 70 trip.
Karolus menambahkan, puncak arus balik penumpang terjadi pada H+1 Lebaran dengan jumlah mencapai 4.660 orang. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
“Penurunan ini terlihat hampir di semua kategori, baik penumpang maupun kendaraan. Meski begitu, kondisi operasional tetap aman dan terkendali,” katanya.
Selama periode arus balik berlangsung, tidak terdapat kejadian menonjol di area pelabuhan. Seluruh aktivitas penyeberangan berjalan tertib dengan dukungan petugas gabungan yang terus melakukan pemantauan di lapangan.
Pihak posko Angkutan Lebaran memastikan akan terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan guna menjaga kelancaran arus balik hingga periode berakhir.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas kami, terutama dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan,” tutur Karolus.***
BACA JUGA
