Atlet Balikpapan Latihan di Kolam Hotel, Pemkot Siapkan Venue Renang dan Kawasan Atlet
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Selama bertahun-tahun, atlet renang Balikpapan berlatih berpindah-pindah, dari kolam hotel hingga Pantai Manggar. Kini, Pemerintah Kota Balikpapan mulai serius menyiapkan kolam renang berstandar dan kawasan atlet khusus agar pembinaan prestasi tak lagi setengah-setengah.
Di balik medali yang dibawa atlet renang Balikpapan, ada cerita latihan yang tidak ideal. Hingga kini, mereka masih mengandalkan Kolam Renang Mulawarman milik Kodam VI Mulawarman, kolam renang hotel, bahkan laut terbuka sebagai tempat latihan.
Kondisi ini dinilai menyulitkan pembinaan atlet secara konsisten dan profesional, terutama bagi atlet usia muda yang sedang dipersiapkan untuk kejuaraan daerah hingga nasional.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengakui, fasilitas olahraga dasar seperti lapangan sepak bola memang sudah tersedia. Namun, sarana khusus untuk pembinaan atlet berprestasi masih belum lengkap.
“Lapangan sepak bola sudah ada. Yang masih kurang itu kolam renang dan kawasan atlet. Atlet kita belum punya kawasan sendiri. Ke depan, kita ingin membangun stadion khusus untuk atlet,” ujarnya, Rabu malam (7/1/2025) di BSCC/Dome.
Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan sumber daya manusia Balikpapan.
Kolam Renang Disiapkan untuk Atlet dan Kejuaraan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya tengah menyusun kajian pembangunan venue kolam renang yang terintegrasi.
Venue tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga untuk menggelar kejuaraan berskala besar.
“Kami menyesuaikan dengan struktur dan kemampuan anggaran daerah. Kolam renang ini nantinya bisa digunakan untuk pembinaan atlet sekaligus event olahraga,” jelas Ratih.
Ratih menegaskan, cabang olahraga renang selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi bagi Balikpapan. Karena itu, dukungan fasilitas yang layak dianggap sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Atlet renang Balikpapan punya potensi besar dan sering mencetak prestasi. Sudah seharusnya mereka berlatih di fasilitas yang berstandar,” tegasnya.
Saat ini, Disparpora masih mematangkan perencanaan, termasuk penentuan lokasi yang sesuai dengan tata ruang dan regulasi.
Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Dampak ke Kota
Pemkot menilai, kehadiran kolam renang berstandar nasional nantinya tidak hanya meningkatkan kualitas atlet, tetapi juga membuka peluang Balikpapan menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga air di Kalimantan Timur.
“Kalau fasilitasnya siap, atlet lebih optimal, event bisa masuk, ekonomi juga bergerak,” kata Ratih.
Langkah ini menandai perubahan cara pandang Pemkot Balikpapan: olahraga tidak lagi sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembangunan kota dan investasi jangka panjang bagi generasi muda.***
BACA JUGA
