Badan Gizi Nasional Terbitkan Aturan Sisa Pangan Makan Bergizi Gratis 2026: SPPG Wajib Kelola Limbah Higienis

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (foto : BGN)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (foto : BGN)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan terhadap penanganan sisa pangan, pengelolaan sampah, serta air limbah domestik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan program unggulan pemerintah tersebut tidak hanya memenuhi standar gizi nasional, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan higienitas di setiap wilayah distribusi.

Standar Baru Pengelolaan Limbah SPPG

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan amanat dari Peraturan BGN Nomor 1 Tahun 2026. Aturan tersebut mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk memiliki sistem manajemen limbah yang mumpuni.

“Pengawasan ini penting agar seluruh SPPG tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan sisa pangan dan limbah dikelola dengan baik agar tetap ramah lingkungan,” ujar Dadan dikutip dari laman BGN.

Kolaborasi Lintas Sektor & Bimbingan Teknis

Dalam pelaksanaannya, BGN akan bekerja sama dengan kementerian lingkungan hidup, lembaga pangan, serta pemerintah daerah. Fokus utama dari penguatan ini meliputi:

  • Pemantauan Berkala: Evaluasi rutin terhadap operasional SPPG di lapangan.
  • Bimbingan Teknis: Meningkatkan kapasitas pengelola agar mampu menerapkan standar higienis yang sama di seluruh Indonesia.
  • Evaluasi Sisa Pangan: Menekan potensi pemborosan pangan (food waste) yang tidak perlu.

“Kita tidak hanya mengawasi, tapi juga membina. Tujuannya agar semua SPPG punya pemahaman dan kemampuan yang sama dalam menjalankan standar operasional ini,” tambah Dadan.

Visi Higienis dan Ramah Lingkungan

Dengan penguatan regulasi ini, BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih tertib dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar lokasi pelayanan. Harapannya, program ini menjadi percontohan manajemen pangan skala besar yang bersih dan efisien di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses