Balikpapan Ajak Warga Tetap Tenang Hadapi Dampak Global dan Arus Pendatang
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk tetap tenang serta bijak dalam menyikapi berbagai isu global yang berpotensi berdampak ke daerah, terutama terkait ekonomi dan energi.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat, menenangkan, dan tidak memicu kepanikan. Ia menyoroti situasi geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi dan pasokan energi secara global, termasuk Indonesia.
“Dampak global pasti ada, baik langsung maupun tidak langsung. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan bijak, agar tidak menimbulkan keresahan,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah memberikan jaminan terkait ketersediaan energi, khususnya bahan bakar. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mulai berhemat dalam penggunaan energi sebagai langkah antisipasi jika situasi global berlanjut.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berpotensi meningkatkan arus masuk pendatang, terutama pasca momen mudik Lebaran.
Menurutnya, peningkatan jumlah pendatang merupakan hal yang tidak terhindarkan, mengingat Balikpapan menjadi salah satu tujuan utama masyarakat untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
“Mereka datang dengan harapan mendapatkan kehidupan yang layak. Ini harus kita sikapi dengan bijak, namun tetap menjaga ketertiban dan nilai-nilai yang sudah kita bangun bersama,” katanya.
Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal, termasuk dalam hal kedisiplinan berlalu lintas, kebersihan lingkungan, serta etika dalam berinteraksi sosial. Ia meminta peran aktif lurah dan ketua RT untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada para pendatang baru.
“Jangan sampai nilai-nilai yang sudah kita jaga justru luntur. Kita yang harus memberikan contoh dan memengaruhi mereka untuk beradaptasi dengan budaya yang ada di Balikpapan,” tegasnya.
Adanya Pro dan Kontra
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung kebijakan Work From Home (WFH) yang dianjurkan pemerintah pusat sebagai bagian dari efisiensi. Ia mengakui adanya pro dan kontra di kalangan ASN, namun menilai kebijakan tersebut tetap memiliki manfaat. Terutama dalam penghematan energi dan efisiensi kerja.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pelayanan publik tetap harus menjadi prioritas utama. Sehingga penerapan WFH harus dilakukan secara selektif dan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Menutup arahannya, Wali Kota kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia optimistis, dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menjaga, Balikpapan akan tetap aman dan kondusif.
“Kalau masyarakat tidak panik, insyaallah kota kita akan tetap aman,” pungkasnya.***
BACA JUGA
