Balikpapan Antisipasi Dampak Lonjakan Penduduk IKN, Wali Kota Minta Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Diperkuat
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat fondasi infrastruktur guna mengantisipasi dampak perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kata Rahmad, langkah ini pemerintah siapkan untuk menjawab proyeksi lonjakan penduduk dan aktivitas ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya kota yang terus tumbuh tidak pernah benar-benar merasa cukup terhadap fasilitas publik.
“Kalau berbicara kekurangan, kota yang tumbuh pasti akan selalu merasa kurang. Gedung yang dibangun hari ini, beberapa tahun ke depan bisa jadi sudah tidak mencukupi lagi. Puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang terbuka hijau—semuanya akan terus dituntut untuk bertambah,” ujarnya.
Karena itu, Pemkot Balikpapan memilih pendekatan antisipatif dengan membangun lebih awal sebelum kebutuhan menjadi mendesak. Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi gedung pelayanan publik, fasilitas kesehatan, hingga klinik hewan.
“Jangan sampai kita baru membangun ketika kebutuhan sudah sangat mendesak. Selagi ada waktu dan anggaran, kita siapkan fondasinya dari sekarang,” kata Rahmad.
Antisipasi Lonjakan Penduduk Dampak Operasional IKN
Seiring operasional penuh IKN yang ditargetkan berjalan pada 2028 dan seterusnya, Balikpapan diperkirakan menjadi salah satu daerah hunian pilihan bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR RI, hingga pegawai BUMN.
Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan kebutuhan hunian, pendidikan, layanan kesehatan, serta ruang usaha.
Di sektor pendidikan, pembangunan sekolah negeri menjadi perhatian serius. Meski sempat menuai pro dan kontra, terutama dari sebagian pengelola sekolah swasta, pemerintah menilai penambahan fasilitas tetap relevan dengan proyeksi pertumbuhan penduduk.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas
Selain infrastruktur fisik, Rahmad Mas’ud juga mendorong penguatan sektor ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3).
Ia menilai meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan penduduk menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Dulu kebutuhan ayam dan telur masih banyak dipasok dari luar daerah. Sekarang kebutuhannya meningkat signifikan. Ini momentum agar pelaku usaha lokal bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri,” ujarnya.
Rahmad menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha agar Balikpapan tidak hanya berperan sebagai kota penyangga IKN, tetapi tumbuh sebagai kota maju dengan infrastruktur kuat dan ekonomi yang mandiri hingga 2030.***
BACA JUGA
