Balikpapan Antisipasi El Nino, Produksi Air Diproyeksi Turun hingga 75 Persen

Yudi
Dirut PTMB Yudi Saharuddin

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Direktur Utama PT Manuntung Sukses (PTMB) Yudi Saharuddin Balikpapan mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan jaringan air bersih, baik pada sistem distribusi maupun transmisi. 

Perbaikan pipa yang saat ini berlangsung memang berdampak sementara bagi masyarakat, seperti air keruh atau gangguan aliran di beberapa wilayah.

“Gangguan yang dirasakan warga saat ini merupakan dampak dari proses perbaikan pipa. Kami mohon pengertian masyarakat, karena ini bagian dari upaya peningkatan layanan ke depan,” ujar Yudi Saharuddin kepada media, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur air akan terus dilakukan hingga 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027. Dengan optimalisasi tersebut, kualitas dan kontinuitas layanan air bersih diharapkan semakin membaik dan dapat dirasakan lebih maksimal oleh masyarakat.

Namun di sisi lain, tantangan besar juga mulai dihadapi. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino “Godzilla” yang diperkirakan berlangsung dari April hingga Oktober 2026. Dampaknya berupa kekeringan panjang yang akan melanda sebagian besar Pulau Jawa dan Kalimantan.

Menindaklanjuti hal tersebut, PTMB bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyusun langkah antisipasi. Dari hasil kajian, produksi air bersih di Balikpapan berpotensi turun hingga 75 persen dari kapasitas normal jika El Nino terjadi.

“Jika kondisi ini benar terjadi, maka kita akan mengalami kekurangan sekitar 25 persen dari kebutuhan air baku. Oleh karena itu, kami harus mencari sumber alternatif untuk menutup kekurangan tersebut,” jelasnya.

Manfaatkan Tiga Bendali

Beberapa opsi telah disiapkan, di antaranya pemanfaatan tiga bendali (bendungan pengendali) serta bendung milik Kementerian Kehutanan. PTMB juga tengah mengajukan izin pemanfaatan sumber air tersebut, sekaligus meminta dukungan penyediaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mini guna mempercepat distribusi.

Selain itu, skenario distribusi air melalui mobil tangki juga akan dioptimalkan jika kondisi darurat terjadi. Koordinasi dengan pihak kecamatan akan dilakukan untuk memastikan distribusi air berjalan efektif dan tepat sasaran.

Meski demikian, Balikpapan dinilai masih memiliki keunggulan dibanding daerah lain. Puncak El Nino di Kalimantan Timur diprediksi terjadi pada Juni, dengan penurunan curah hujan sekitar 40 persen. Dengan kondisi waduk yang diperkirakan masih terisi hingga 50 persen, produksi air diyakini masih bisa dipertahankan di angka 75 persen.

“Dengan pengelolaan yang tepat, ketahanan air kita diperkirakan masih aman hingga akhir 2026, selama El Nino tidak berlanjut ke awal 2027,” tambahnya.

PTMB juga mengimbau masyarakat untuk mulai berhemat dalam penggunaan air serta menyiapkan penampungan, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.

“Kami akan segera melakukan sosialisasi bersama media agar masyarakat lebih bijak menggunakan air. Ini penting untuk menghadapi potensi krisis air akibat El Nino,” tutupnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses