Balikpapan Bangun Sistem Pelayanan Sosial Terintegrasi Lewat SIPOTER
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat transformasi pelayanan publik dengan menghadirkan inovasi berbasis digital berupa Sistem Informasi Pelayanan Terpadu (SIPOTER).
Sistem ini dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan penanganan berbagai persoalan sosial agar dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, mengatakan SIPOTER merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sosial kepada masyarakat. Melalui sistem tersebut, laporan masyarakat terkait persoalan sosial dapat diproses secara real time dan langsung terhubung dengan instansi yang berwenang.
Menurutnya, keberadaan sistem terintegrasi ini sangat membantu mempercepat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan masalah sosial di lapangan.
“SIPOTER memudahkan koordinasi antarinstansi. Semua pihak terhubung dalam satu sistem, sehingga respons terhadap laporan masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Edy, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam implementasinya, SIPOTER melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanganan persoalan sosial. Selain Dinas Sosial, sistem ini juga terhubung dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sangat penting, terutama dalam menangani berbagai kasus yang memerlukan respons cepat di lapangan. Beberapa di antaranya seperti keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar, gelandangan, pengemis, hingga kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan penanganan segera.
Dilakukan Verifikasi Petugas
Melalui SIPOTER, setiap laporan yang masuk dari masyarakat akan terlebih dahulu diverifikasi oleh petugas. Setelah proses verifikasi selesai, laporan tersebut langsung diteruskan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti.
Mekanisme ini dinilai mampu memangkas proses birokrasi yang sebelumnya berpotensi memperlambat penanganan kasus sosial.
“Dengan sistem ini, proses penanganan bisa lebih terarah. Begitu ada laporan, langsung diverifikasi dan diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan,” jelasnya.
Selain mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, SIPOTER juga berfungsi sebagai basis data sosial yang terintegrasi. Seluruh data terkait permasalahan sosial yang dilaporkan akan tercatat secara sistematis dan tersimpan dalam satu sistem yang sama.
Menurut Edy, keberadaan data yang akurat dan terstruktur sangat penting dalam mendukung proses perumusan kebijakan pemerintah di bidang sosial. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat melihat kondisi riil di lapangan secara lebih jelas dan menyusun program penanganan yang lebih tepat sasaran.
“Dengan data yang terintegrasi, pemerintah bisa melihat kondisi riil di lapangan. Dari situ kebijakan yang dibuat bisa lebih tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran SIPOTER merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, serta responsif terhadap perkembangan zaman.
Meski demikian, pengembangan sistem ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan infrastruktur teknologi pendukung.
Namun demikian, Dinsos Balikpapan terus melakukan penyempurnaan. Agar sistem tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap warga yang membutuhkan bantuan sosial dapat tertangani dengan cepat, tepat, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan. SIPOTER menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pelayanan tersebut,” tegas Edy.
Dengan hadirnya inovasi ini, Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sosial di tingkat daerah. Sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pelayanan sosial terpadu yang berkelanjutan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
