Balikpapan Bidik Kerja Sama dengan Swiss, Fokus Pengembangan Kawasan Pesisir

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan membuka peluang kerja sama dengan Swiss untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pembangunan kawasan pesisir. Langkah ini diarahkan agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pelayanan publik dan peningkatan kualitas hidup warga.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, bilang kota ini mulai dilirik sebagai kota dengan potensi kolaborasi internasional. Ketertarikan delegasi ekonomi Swiss melihat langsung peluang pembangunan menjadi sinyal positif bagi arah pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.

Bagus menyebut kerja sama internasional perlu di tengah tantangan fiskal yang dihadapi hampir semua daerah.

“Kami menyambut baik ketertarikan pihak Swiss untuk melihat potensi Balikpapan. Apapun bentuk kerja samanya, baik dalam penguatan anggaran, peningkatan akuntabilitas, maupun peluang investasi, Pemerintah Kota Balikpapan terbuka,” ujar bagus Susetyo.

Ia menegaskan, penguatan PAD menjadi kunci agar pemerintah daerah tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa menambah beban baru.

“Hampir seluruh pemerintah daerah menghadapi tantangan yang sama, yakni keterbatasan anggaran. Padahal kebutuhan masyarakat terus bertambah. Karena itu, diperlukan kreativitas dan inovasi untuk memperkuat PAD tanpa membebani masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya soal keuangan daerah, kerja sama ini juga diarahkan menyentuh persoalan nyata di kawasan pesisir Balikpapan. Pemerintah mengakui masih adanya keterbatasan layanan dasar yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

“Kawasan pesisir masih membutuhkan perhatian serius. Kami berharap kerja sama ini bisa memberikan dampak nyata, baik melalui kajian, program pemberdayaan, maupun investasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya pada transparansi dan akuntabilitas anggaran sebagai fondasi membangun kepercayaan mitra internasional.

“Pengelolaan anggaran di Balikpapan bersifat terbuka dan dapat diakses. Jika ada masukan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan anggaran agar lebih berdampak, tentu kami sangat terbuka,” ucapnya.

Ke depan, Pemkot berharap penjajakan dengan Swiss tidak berhenti pada diskusi, tetapi berujung pada kerja sama konkret yang mampu mendorong pembangunan pesisir, memperkuat PAD, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan secara berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses