Balikpapan Butuh 2.000 Kantong Darah Tiap Bulan, Donor Sukarela Jadi Penyelamat Nyata

Kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-129 Balikpapan yang berlangsung Living Plaza, Minggu (7/2). (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com– Kebutuhan darah di Kota Balikpapan mencapai sekitar 2.000 kantong setiap bulan. Angka ini menjadi penopang penting bagi layanan kesehatan, mulai dari pasien kecelakaan, operasi darurat, hingga penyakit kronis. Tanpa partisipasi donor darah yang rutin dari masyarakat, risiko kekurangan stok darah selalu mengintai.

Di tengah kebutuhan tersebut, kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-129 Balikpapan yang berlangsung Living Plaza, Minggu (7/2) menjadi pengingat bahwa keselamatan banyak nyawa bergantung pada kepedulian warga, bukan sekadar agenda peringatan atau acara tahunan.

Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menegaskan bahwa donor darah memiliki dampak langsung yang sering kali tidak disadari masyarakat.

“Setetes darah yang kita donorkan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain. Inilah bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi sangat bermakna,” ujar Andi Sri Juliarty di sela kegiatan donor darah.

Ia menjelaskan, tingginya kebutuhan darah di Balikpapan menuntut keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Donor darah tidak cukup dilakukan hanya pada momen tertentu, karena kebutuhan pasien terjadi setiap hari.

“Kami berharap kesadaran donor darah ini tidak bersifat situasional. Donor darah seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan kepedulian sosial masyarakat Balikpapan,” katanya.

Aksi donor darah juga mencerminkan semangat gotong royong dalam bentuk paling nyata. Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi menyelamatkan nyawa orang lain yang bahkan tidak saling mengenal. Konsistensi para pendonor menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan stok darah di kota dengan mobilitas tinggi seperti Balikpapan.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pendonor yang telah mendonorkan darahnya hingga puluhan kali, mulai dari 25 kali sampai 100 kali, menerima apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka membantu sesama.

“Donor darah adalah bentuk cinta yang tidak terlihat, tetapi sangat dirasakan. Ini bukan hanya soal membantu orang lain, tetapi juga tentang membangun kota dengan empati dan solidaritas,” tambah Andi Sri Juliarty.

Kata Andi, selama kebutuhan darah di Balikpapan masih tinggi, peran masyarakat akan selalu menjadi kunci. Donor darah bukan soal seremoni atau penghargaan, melainkan tentang memastikan setiap warga memiliki kesempatan hidup ketika kondisi darurat datang tanpa diduga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses