Balikpapan Dorong Penguatan Satu Destinasi Unggulan Berbasis Aktivitas Masyarakat
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal dengan menitikberatkan pada penguatan satu destinasi unggulan yang memiliki daya tarik khas dan berkarakter.
Upaya ini diarahkan untuk menciptakan ikon wisata baru yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga melibatkan aktivitas masyarakat setempat secara langsung.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, dalam kegiatan diskusi pengembangan destinasi wisata bersama masyarakat dan keluarga pengelola kawasan wisata.
Ratih menjelaskan, berdasarkan hasil diskusi dan kajian konsep promosi ke depan, destinasi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pasar terapung tematik dengan ciri khas aktivitas pagi hari. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi lainnya di Balikpapan.
Salah satu gagasan utama yang ditawarkan adalah membuka aktivitas wisata sejak dini hari, yakni mulai pukul 04.00 hingga 08.00 Wita. Waktu operasional ini dinilai strategis untuk menyasar tamu hotel serta wisatawan yang ingin menikmati suasana pagi.
“Para tamu hotel nantinya bisa diarahkan langsung ke destinasi. Ini akan menjadi pengalaman wisata yang menarik karena wisatawan bisa menikmati suasana pagi, melihat aktivitas masyarakat, sekaligus mencicipi kuliner lokal,” ujar Ratih, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, aktivitas memancing menjadi salah satu daya tarik utama yang akan dikedepankan. Wisatawan tidak hanya dapat memancing, tetapi juga langsung menikmati hasil pancingan mereka di lokasi. Konsep tersebut dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dikemas Secara Menarik
Selain memancing, Disporapar juga mendorong pengembangan berbagai kegiatan pendukung, seperti penyediaan spot foto tematik yang dikemas secara menarik. Wisatawan bahkan dapat difasilitasi untuk berfoto dengan pakaian khas daerah. Sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus meningkatkan daya tarik visual destinasi.
Dari sisi amenitas, Ratih menekankan pentingnya penyediaan fasilitas penunjang yang memadai. Salah satu prioritas ke depan adalah ketersediaan jaringan internet atau WiFi, mengingat wisatawan saat ini cenderung ingin langsung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial saat berada di destinasi.
“Fasilitas dasar harus diperhatikan. Wisatawan sekarang tidak hanya datang menikmati lokasi. Tapi juga ingin langsung berbagi cerita dan pengalaman mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ratih menegaskan bahwa pengembangan destinasi harus tetap berpegang pada prinsip Sapta Pesona, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan. Menurutnya, kondisi keamanan di kawasan tersebut sudah cukup baik dan perlu terus dijaga, terutama saat jumlah kunjungan meningkat.
“Kebersihan menjadi kunci. Sampah alami seperti daun masih bisa dimaklumi, tetapi sampah plastik dan limbah B3 harus benar-benar menjadi perhatian,” tegasnya.
Dengan kondisi udara yang sejuk, lingkungan yang relatif bebas polusi, serta pemandangan alam yang menarik. Ratih optimistis destinasi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata baru Kota Balikpapan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.***
BACA JUGA
