Balikpapan Kembangkan Food Estate untuk Tekan Ketergantungan dan Jaga Harga Pangan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Selama ini, sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih dipasok dari luar daerah. Kondisi ini membuat harga mudah bergejolak, terutama saat distribusi terganggu atau cuaca tidak menentu.
Bagi warga, dampaknya terasa langsung di pasar. Harga bahan pokok bisa naik tiba-tiba, sementara pasokan tidak selalu stabil.
Pemerintah Kota Balikpapan kini menyiapkan langkah besar: pengembangan kawasan food estate sebagai sumber produksi pangan lokal.
Program ini dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, langkah ini bukan sekadar proyek pertanian biasa.
“Selama ini Balikpapan masih bergantung dari luar daerah. Lewat food estate, kita ingin memperkuat produksi lokal agar lebih mandiri,” ujarnya.
Bukan Sekadar Tanam, Tapi Bangun Sistem Pangan
Pengembangan food estate tidak hanya fokus pada lahan pertanian.
Pemkot juga menyiapkan infrastruktur irigasi, akses distribusi, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Tujuannya agar hasil panen tidak hanya banyak, tapi juga efisien dan berkualitas.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan bisa menekan ketergantungan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga pangan, dan membuka peluang ekonomi baru.
Bagi masyarakat, dampaknya bukan sekadar proyek, tapi perubahan langsung dalam kehidupan sehari-hari—terutama soal harga bahan pokok.
Di tengah ancaman perubahan iklim dan jumlah penduduk yang terus bertambah, ketahanan pangan menjadi isu yang tidak bisa ditunda.
Karena itu, langkah Balikpapan dinilai penting, bukan hanya untuk kota ini, tapi juga sebagai bagian dari penopang kebutuhan pangan di Kalimantan Timur.
Dengan sinergi yang kuat bersama pemerintah pusat, Balikpapan ditargetkan tidak lagi hanya menjadi kota konsumsi, tetapi mulai berperan dalam produksi pangan.
Jika berhasil, food estate ini bisa menjadi fondasi kemandirian pangan—sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah ke depan.*** (adv Diskominfo Balikpapan)
BACA JUGA

