Balikpapan Masuk Kandidat Adipura 2026, Menteri LH Temukan Masalah di Permukiman dan Sungai

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat mengunjungi Kampung Pinisi Klandasan Balikpapan Kota
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat mengunjungi Kampung Pinisi Klandasan Balikpapan Kota

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Balikpapan berpeluang meraih Adipura 2026, namun belum aman. Saat meninjau langsung kota ini, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menemukan persoalan krusial di kawasan permukiman dan sungai yang bisa menggugurkan penilaian jika tidak segera dibenahi.

Balikpapan Masuk 4 Kandidat Nasional, Tapi Belum Aman

Dari 471 kabupaten/kota yang dievaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, hanya empat daerah yang berpeluang meraih nilai di atas 75 sebagai kandidat Adipura 2026: Surabaya, Balikpapan, Bontang, dan Kabupaten Ciamis.

Meski demikian, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan semua kandidat masih harus diverifikasi ulang agar penilaian objektif dan tidak menimbulkan polemik.

“Secara penilaian awal, Balikpapan masuk. Tapi verifikasi lapangan tetap menentukan,” ujar Hanif saat kunjungan kerja di Balikpapan, Jumat (6/2/2026).

Jalan Utama Bersih, Permukiman Masih Jadi PR

Hanif mengakui, kondisi jalan-jalan utama Balikpapan terlihat cukup baik. Namun penilaian tidak berhenti di pusat kota.

Menurutnya, masalah utama justru berada di kawasan permukiman, terutama:

  • Minimnya pemilahan sampah dari sumber
  • Pengelolaan lingkungan yang belum merata
  • Sungai yang belum ramah lingkungan

“Kalau di permukiman dan sungai tidak dibenahi, ini bisa mempengaruhi nilai akhir,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif sengaja tidak dikawal pemerintah kota, agar bisa melihat kondisi riil dan berdiskusi langsung dengan warga.

Sungai dan Sampah Jadi Penentu Nilai Akhir

Kondisi sungai menjadi perhatian serius dalam penilaian Adipura. Sungai yang tercemar dan dipenuhi sampah berpotensi menurunkan skor secara signifikan.

Hanif menyebut, dari 471 daerah yang dinilai secara nasional:

  • Sekitar 29 daerah berpotensi menjadi kota bersertifikat
  • Hampir 400 daerah masih masuk kategori kota kotor

Kondisi ini menjadi dasar penguatan Gerakan Nasional Indonesia Asri, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pesut Mahakam Tinggal 66 Ekor, Ancaman Nyata dari Aktivitas Sungai

Selain persoalan sampah, Menteri LH juga menyoroti kelestarian pesut Mahakam, mamalia air tawar endemik Indonesia yang kini hanya tersisa 66 ekor.

Populasi ini memang meningkat dari sebelumnya 62 ekor, berkat kelahiran tujuh individu dan kematian tiga individu. Namun angka tersebut dinilai masih sangat kritis.

“Pesut air tawar Indonesia hanya ada di Mahakam. Ini tanggung jawab kita bersama,” kata Hanif.

Pemerintah pusat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah strategis, termasuk kemungkinan pembatasan hingga penghentian jalur tongkang batubara di kawasan konservasi.

Penegakan Hukum Jadi Opsi Terakhir

Hanif menegaskan, jika ditemukan pelanggaran yang merusak lingkungan dan habitat pesut, tindakan hukum akan ditempuh tanpa ragu.

“Perlindungan habitat pesut adalah prioritas. Jika ada pelanggaran, kami tindak,” ujarnya.

Bukan Sekadar Piala, Tapi Masa Depan Kota

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa Adipura bukan sekadar penghargaan, melainkan cerminan komitmen jangka panjang menjaga lingkungan.

Bagi Balikpapan, hasil verifikasi mendatang bukan hanya menentukan status kota bersih, tetapi juga kualitas hidup warga dan keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses