Balikpapan Masuki Puncak Musim Hujan, Warga Rawan Banjir dan Longsor Diminta Siaga
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kota Balikpapan dan sebagian besar Kalimantan kini memasuki puncak musim hujan. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. DPRD Kota Balikpapan mengingatkan warga, terutama yang tinggal di kawasan rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mulai melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memprediksi curah hujan saat ini berada pada fase puncak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan longsor.
Sejumlah kawasan permukiman di Balikpapan dikenal rawan genangan saat hujan deras turun dalam durasi lama. Air yang cepat naik kerap mengganggu aktivitas warga, bahkan berisiko merusak rumah dan fasilitas lingkungan.
DPRD Ingatkan Peran Warga Jaga Lingkungan
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menegaskan bahwa cuaca ekstrem perlu disikapi dengan kesiapsiagaan bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
“Langkah paling awal adalah menjaga lingkungan. Gotong royong membersihkan saluran drainase harus kembali digalakkan agar air hujan tidak terhambat,” ujar Laisa, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, saluran air yang tersumbat sampah masih menjadi penyebab utama genangan saat hujan deras mengguyur kota.
Selain drainase, Laisa juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan permukiman yang masih memiliki pepohonan dan lahan resapan.
“Penebangan pohon sembarangan justru memperparah risiko banjir. Pohon membantu menahan dan menyerap air hujan,” jelasnya.
Kondisi geografis Balikpapan yang berbukit dan memiliki banyak daerah aliran air membuat keseimbangan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah bencana.
Bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan, kewaspadaan ekstra juga diperlukan. Tanah longsor berpotensi terjadi jika hujan deras berlangsung lama dan kondisi tanah menjadi labil.
“Jika ada tanda-tanda seperti retakan tanah atau pergerakan lereng, segera menjauh dan laporkan ke pihak terkait,” kata Laisa.
Ia berharap kesiapsiagaan warga, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja sama antarwarga dapat mengurangi risiko bencana selama puncak musim hujan.
“Dengan langkah sederhana dan kesadaran bersama, keselamatan masyarakat Balikpapan bisa tetap terjaga,” pungkasnya.***
BACA JUGA
