Balikpapan Perkuat Transformasi Digital Lewat Evaluasi Smart City 2025

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat agenda transformasi digital melalui pelaksanaan Evaluasi Penilaian Smart City Tahun 2025. 

Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan visi pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJPD dan RPJMD, yakni Balikpapan Kota Global yang Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, bahwa konsep Smart City bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik yang efektif dan transparan.

“Smart City adalah instrumen untuk memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” kata bagus Susetyo dalam kegiatan evaluasi tersebut.

Agenda Smart City Balikpapan juga sejalan dengan tema pembangunan tahap pertama RPJMD, yakni Penguatan Fondasi Transformasi: Balikpapan Kota Cerdas dan Kolaboratif. Salah satu fokus utama yang terus diperkuat adalah infrastruktur digital dan pemerataan akses teknologi informasi.

Berdasarkan hasil evaluasi implementasi Smart City 2024, Pemkot Balikpapan mendapat rekomendasi untuk mengatasi keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah, khususnya kawasan berbukit yang masih mengalami blank spot.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah daerah memperluas layanan internet publik melalui penyediaan Wi-Fi gratis di 362 titik yang tersebar di enam kecamatan.

Fasilitas Wi-Fi tersebut mencakup ruang terbuka hijau, posyandu, poskamling, balai serbaguna, serta sejumlah fasilitas umum lainnya. Selain infrastruktur, peningkatan literasi digital masyarakat juga menjadi perhatian utama sepanjang 2025.

Pemkot secara rutin menggelar pelatihan dan workshop literasi digital yang menyasar pelaku UMKM, komunitas, pengurus RT, hingga tokoh masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Workshop Literasi Promosi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diikuti oleh 68 peserta dari 34 kelurahan.

Di sisi kelembagaan, penguatan koordinasi lintas sektor dilakukan melalui optimalisasi peran Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City. Kolaborasi melibatkan perangkat daerah, BUMD, perguruan tinggi, serta mitra internasional seperti JICA, World Bank, dan National University of Singapore.

Implementasi Smart City turut mendorong capaian positif di berbagai indikator pembangunan. Balikpapan berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut. Nilai Indeks SPBE tahun 2025 mencapai 4,22 dengan predikat Memuaskan, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,23, di atas rata-rata provinsi dan nasional.

Ke depan, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Smart City yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses