Balikpapan Punya Skor Smart Governace yang Naik Saban Tahun, Upaya Membangun Kota Pintar

Kota Balikpapan (NANDA ARIESTA INDRIYANI)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Upaya Pemerintah Kota Balikpapan membangun smart city mulai menunjukkan dampak nyata. Bukan hanya soal teknologi digital, tetapi perubahan cara kerja pemerintah, pelayanan publik yang lebih responsif, serta keterlibatan masyarakat. Hasilnya, nilai Smart Governance (SG) Balikpapan terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, menegaskan bahwa smart city di Balikpapan tidak dimaknai sebatas penerapan teknologi. Menurutnya, teknologi hanyalah alat untuk mendorong perilaku yang lebih tertib, kepedulian sosial, dan tata kelola kota yang berorientasi pada kebutuhan warga.

“Smart city bukan sekadar digitalisasi. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi membantu pemerintah dan masyarakat berperilaku lebih tertib, saling peduli, dan bersama-sama menjaga kota,” ujar Erriansyah.

Ia mengakui, kualitas komunikasi publik pemerintah masih perlu terus ditingkatkan. Namun, Pemkot Balikpapan berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap melalui penguatan sistem informasi dan keterbukaan data, agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan dan informasi.

Penerapan smart city juga terlihat dalam pengawasan kebersihan lingkungan. Pemkot Balikpapan telah memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis untuk memantau pelanggaran, seperti membuang sampah sembarangan. Langkah ini tidak semata bertujuan untuk penindakan, tetapi juga sebagai upaya edukasi agar masyarakat lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap ruang publik.

Di sektor transportasi, pengembangan smart mobility dimanfaatkan untuk memantau kendaraan yang melanggar ketentuan over dimension over loading (ODOL). Sistem ini membantu meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menjaga infrastruktur jalan agar tidak cepat rusak.

Pemanfaatan teknologi juga diarahkan pada mitigasi kebencanaan, khususnya banjir. Dengan mengintegrasikan data dari masyarakat dan sistem pemantauan, pemerintah dapat melakukan analisis dini sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Berbagai upaya tersebut berkontribusi pada peningkatan nilai Smart Governance Kota Balikpapan. Pada 2022, Balikpapan mencatat skor 3,12, meningkat menjadi 3,41 pada 2023, dan kembali naik menjadi 3,50 pada 2024 berdasarkan indikator nasional tata kelola pemerintahan berbasis smart city.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Ketika teknologi digunakan untuk saling menjaga dan saling terhubung, di situlah kota tumbuh dengan rasa cinta dan kebijaksanaan,” kata Erriansyah.

Ke depan, Pemkot Balikpapan berkomitmen memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas komunikasi publik, serta memastikan setiap inovasi digital benar-benar memberi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses