Balikpapan Rentan Harga Pangan Jelang Ramadan

Kepala Disdag Kota Balikpapan Haemusri Umar

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Jelang Ramadan 1447 H, harga sejumlah bahan pokok di Balikpapan mulai merangkak naik. Daging ayam ras dan cabai rawit menjadi komoditas yang paling terasa di pasar. 

Di tengah meningkatnya permintaan, satu fakta mencolok muncul: lebih dari 90 persen kebutuhan pangan kota ini masih dipasok dari luar daerah.

Data Dinas Perdagangan menunjukkan inflasi Balikpapan pada pekan kedua Februari 2026 mencapai 0,30 persen. Daging ayam ras, tomat, dan cabai rawit menjadi penyumbang utama kenaikan. Bagi banyak keluarga, dua komoditas ini hampir selalu ada di dapur, terutama saat Ramadan.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan kenaikan harga ayam dipicu berkurangnya kiriman ayam beku dari Jawa serta terbatasnya suplai ayam segar dari peternak lokal. Sementara itu, permintaan masyarakat mulai meningkat seiring mendekatnya bulan puasa.

“Permintaan naik, tapi suplai belum sepenuhnya stabil. Ini yang kita jaga agar tidak terjadi lonjakan harga tajam,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ketergantungan pasokan menjadi tantangan utama. Produksi pangan lokal Balikpapan saat ini belum mencapai 10 persen dari total kebutuhan. Artinya, sebagian besar bahan pangan, mulai dari hortikultura hingga protein hewani, harus didatangkan dari Jawa dan Sulawesi.

Sensitif Gangguan Distribusi

Kondisi ini membuat harga di Balikpapan sangat sensitif terhadap gangguan distribusi antarpulau, cuaca di daerah penghasil, hingga kenaikan ongkos logistik. Setiap kali terjadi hambatan pasokan, dampaknya bisa langsung terasa di pasar tradisional maupun ritel modern.

Untuk mengantisipasi lonjakan, Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat koordinasi pasokan melalui skema kerja sama antar pelaku usaha, dengan realisasi teknis dijalankan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Pemantauan harga dan stok juga diperketat guna mencegah spekulasi.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, terdapat pula barang yang mencatat penurunan harga pada periode yang sama, seperti beras dan bawang merah. Namun menjelang Ramadan, stabilitas ayam dan cabai tetap menjadi perhatian utama.

Ketergantungan tinggi pada pasokan luar daerah menjadi pekerjaan rumah jangka panjang. Tanpa penguatan pertanian dan peternakan lokal, Balikpapan akan terus menghadapi risiko fluktuasi harga setiap momentum hari besar keagamaan.

Ramadan tinggal hitungan pekan. Bagi warga, yang paling dinanti bukan sekadar pasokan aman, tetapi harga yang tetap terkendali hingga hari raya tiba.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses