Balikpapan Siapkan Pengembangan Kawasan Olahraga Terpadu dan Sport Tourism

Disporapar Balikpapan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma. Foto: Ist

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus mematangkan rencana pengembangan Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) yang ke depan diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga, seni, dan pariwisata berbasis sport tourism. 

Saat ini, kawasan tersebut masih dikelola oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) bersama dinas terkait, dengan pemanfaatan yang bersifat semi permanen.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pemanfaatan kawasan saat ini sudah berjalan, meski belum optimal. Beberapa cabang olahraga telah menggunakan area tersebut untuk kegiatan latihan rutin.

“Untuk sementara, kawasan olahraga terpadu ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa cabang olahraga, seperti panahan dan softball. Mereka berlatih di lapangan yang tersedia, namun sifatnya masih belum permanen,” ujar Ratih, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah kota untuk melakukan pemetaan dan perencanaan jangka panjang. Harapannya, Balikpapan dapat memiliki satu sentral olahraga terpadu yang representatif dan terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya.

“Ke depan, kami berharap kawasan ini bisa menjadi pusat olahraga terpadu yang benar-benar layak. Tidak hanya untuk latihan, tetapi juga untuk penyelenggaraan event, pembinaan atlet, hingga kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Ratih menambahkan, pemerintah kota saat ini tengah mengkaji konsep pengembangan kawasan yang lebih komprehensif. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan convention hall yang terintegrasi dengan fasilitas olahraga dan kesenian, sehingga kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara multifungsi.

“Kami sedang memapping kemungkinan pengembangan, apakah nanti akan dilengkapi dengan gedung kesenian, convention hall, serta konsep sport tourism. Ini penting agar kawasan tersebut tidak hanya hidup saat ada kegiatan olahraga, tetapi juga bisa menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan olahraga terpadu ini membutuhkan sinergi lintas perangkat daerah. Perencanaan dilakukan secara bertahap agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan fiskal daerah.

“Yang terpenting, pembangunan ini harus memberi manfaat luas, bukan hanya untuk atlet, tetapi juga masyarakat umum. Olahraga, seni, dan pariwisata harus berjalan seimbang dan saling menguatkan,” pungkas Ratih.

Dengan perencanaan yang matang, Pemkot Balikpapan optimistis kawasan olahraga terpadu ini ke depan dapat menjadi ikon baru kota, sekaligus ruang publik yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses