Balikpapan Siapkan Sistem Transportasi Terintegrasi, Angkot Dialihkan Jadi Feeder
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mempercepat penyusunan rencana induk jaringan transportasi bertajuk Balikpapan Connectivity yang menjadi salah satu proyek prioritas pada 2026.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengatakan grand design sistem transportasi tersebut telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan riil warga serta perkembangan mobilitas di perkotaan.
“Tahun ini kami fokus pada tahap evaluasi dari perencanaan yang sudah disusun. Semua dirancang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan transportasi kota,” ujar Fadli, Rabu (25/3/2026).
Melalui sistem Balikpapan Connectivity, masyarakat nantinya dapat mengakses informasi rute perjalanan secara lebih mudah sebelum beraktivitas. Sistem ini juga akan menyediakan panduan perpindahan antar moda transportasi yang telah terintegrasi, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Dishub Balikpapan menyiapkan empat segmen utama dalam sistem tersebut, yakni transportasi pribadi, transportasi daring, angkutan kota (angkot), dan bus umum. Keempatnya akan dihubungkan dalam satu sistem terpadu yang saling mendukung.
“Kami akan menyiapkan empat segmen transportasi yang saling terhubung. Sistem ini juga akan memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, khususnya terkait penataan angkutan kota,” jelasnya.
Dalam skema baru ini, peran angkutan kota akan diubah secara signifikan. Jika sebelumnya beroperasi secara bebas, ke depan angkot akan difungsikan sebagai layanan pengumpan atau feeder yang melayani rute menuju moda transportasi utama.
Tidak Tumpang Tindih
Dishub menargetkan dalam satu tahun ke depan angkutan kota sudah memiliki jalur khusus serta segmentasi penumpang tersendiri. Dengan demikian, operasional angkot tidak lagi tumpang tindih dengan moda lain.
“Angkutan kota tidak akan bergabung dengan moda lain. Mereka akan difokuskan sebagai feeder dalam sistem transportasi terintegrasi,” tegas Fadli.
Namun demikian, tidak semua angkutan kota akan langsung dilibatkan dalam sistem tersebut. Dishub saat ini masih melakukan proses identifikasi dan verifikasi terhadap kondisi armada yang beroperasi.
Dari total 537 unit angkutan kota yang masih beroperasi, sebagian dinilai sudah tidak memenuhi standar kelayakan. Banyak kendaraan yang kondisinya kurang baik, bahkan tidak nyaman untuk penumpang.
“Kami melihat banyak angkutan kota yang kondisinya sudah tidak layak, bahkan berkarat dan tidak nyaman. Ini akan kami seleksi,” ungkapnya.
Fadli menegaskan, hanya angkutan kota yang lolos verifikasi dari sisi teknis dan administrasi yang akan diizinkan beroperasi sebagai bagian dari sistem Balikpapan Connectivity.
Dengan implementasi program ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern, terintegrasi, serta mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
